Depok (2/5) – Menghadapi perkembangan zaman yang menuntut perubahan, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) bersama University of Canberra adakan kolaborasi global di berbagai bidang akademik.

“Perlunya kerjasama global serta perluas jaringan dengan universitas lain mengaktifkan kplaborasi untuk menghadapi tantangan di era Industri 4.0 ini,” ujar Kepala Pusat Kajian FIA UI Dr. Novita Ikasari pada acara kolaborasi yang digelar NeXus dan IGPA di Australia, Rabu (2/5/18).

Menurutnya, banyak hal yang berubah di kehidupan akademisi yang harus segera direspon baik pula oleh para akademisi.

“Model bisnis kampus berubah di era Industri ke 4.0 ini, dimana dari pengajaran serta riset yang bersifat tradisional menjadi memiliki pendekatan yang dinamis,” ujarnya.

Dosen FIA UI ini juga berpendapat bahwa kampus seharusnya mampu menjadi pusat ilmu pengetahuan yang dapat mengkaji serta memberi solusi tantangan global.

“Beberapa pengajaran serta riset yang sifatnya kolaboratif sudah harus mulai digaungkan oleh kampus agar pertukaran gagasan serta hasil riset yang dihasilkan mampu terus berkembang dan memenuhi tantangan zaman,” pungkasnya.