Prof. Eko Menjadi Core Member Leading Asia

TOKYO. Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) Prof. Dr. Eko Prasojo menjadi core member dalam pertemuan proyek penelitian Leading Asia diprakarsai National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS). Prof. Eko bersama tiga perwakilan Indonesia lainnya memberikan paparan bertema Knowledge creation in public administration, innovation, & phronetic leadership di Tokyo, Rabu (25/7).

Menurut mantan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia ini sebetulnya proyek Leading Asia sudah berlangsung selama 3 tahun. “Saat ini memasuki tahun ketiga,” katanya. Penelitian ini berfokus kepada para pemimpin inovatif di beberapa negara ASEAN serta Jepang. Wajar saja negara yang terlibat dalam proyek ini yaitu Jepang, Indonesia, Filipina, Thailand, Laos, Myanmar, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia.

Project Leadership Enhancement and Administrative Development for Innovative Governance in Asia yang disingkat Leading Asia ini rencananya akan berlanjut untuk tiga tahun berikutnya dengan target mengaplikasi kepemimpinan inovatif dalam pemerintahan menggunakqn konsep Socialization, Externalization, Combination, and Internalization (SECI) Model dan Phronetic Leadership yang dikembangkan oleh Prof. Nonaka Ikujiro.

Di Indonesia sendiri proyek penelitian ini dilakukan di Banyuwangi dan Bantaeng pada tahun lalu. “Targetnya tahun ini hasil penelitian ini akan diintroduksikan pada Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam Diklat Pimpinan 1 dan 2,” terang doktor jebolan Jerman ini.

Selain Prof. Eko, perwakilan lain dari Indonesia yaitu akademisi asal Universitas Gadjah Mada ( UGM), Prof. Agus Pramusinto, Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Dr. Anwar Sanusi.

Sekedar informasi, proyek Leading Asia diprakarsai oleh GRIPS ini juga didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA). GRIPS sendiri merupakan salah satu institut nasional terkemuka yang fokus utamanya adalah kebijakan publik, institut baru ini didirikan pada tahun 1997. GRIPS dikenal sebagai salah satu institut yang dapat disetarakan sebagai London School of Economic and Political Science (LSE)-nya Asia. (MI)