Depok, 18/09/26 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), melalui Cluster Social and Cultural Innovation (SOCI) dan Cluster Entrepreneurial Finance and Sustainable Business (EFSB), menggelar pertemuan strategis dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menyiapkan pendirian Galeri Investasi BEI di lingkungan FIA UI. Inisiatif ini mengusung semangat SOCI dan EFCB, dengan fokus pada penguatan literasi keuangan, investasi, dan pasar modal bagi sivitas akademika serta masyarakat luas.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan FIA UI dan BEI, antara lain Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., Dekan FIA UI sekaligus Ketua Cluster SOCI; Prof. Ir. Bernardus Yuliarto Nugroho, MSM., Ph.D., selaku Ketua Cluster EFSB, Dr. Rachma Fitriati, M.Si., M.Si (Han) dan Dra. Eva Andayani, M.Si. dari FIA UI, Kemas Muhammad Rumaiyar, Kepala Unit Pengelolaan Wilayah 3 Divisi Pengembangan Pasar BEI dan tim BEI, dan Dede Suryanto, S.Sos., M.Si. Dosen pada Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia.
Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si. menjelaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan misi Cluster SOCI. “Melalui Cluster SOCI dan EFSB, kami ingin mendorong inovasi sosial dan budaya untuk pembangunan berkelanjutan. Galeri Investasi BEI menjadi sarana mahasiswa memahami pasar modal secara bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi jangka panjang,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Prof. Ir. Bernardus Yuliarto Nugroho, MSM., Ph.D. Ketua EFSB, menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda. “Literasi keuangan dan pasar modal adalah kompetensi penting abad ini. Kolaborasi dengan BEI memperkuat Cluster EFSB kami dalam menyiapkan SDM yang mampu mengelola investasi secara profesional dan beretika,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi menyampaikan apresiasi atas inisiatif FIA UI. “Kami menyambut baik pendirian Galeri Investasi BEI di FIA UI. Galeri ini bukan sekadar ruang fisik, melainkan ekosistem pembelajaran pasar modal yang menghubungkan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat. BEI akan mendukung melalui edukasi, publikasi, serta fasilitasi Anggota Bursa mitra,” ujarnya.
Sementara itu, Kemas Muhammad Rumaiyar menegaskan pentingnya tata kelola dan pendampingan teknis dalam pendirian Galeri Investasi BEI. “Kami akan memastikan proses pendirian Galeri Investasi BEI di FIA UI berjalan sesuai ketentuan, baik untuk model ruangan maupun digital. Pendampingan teknis, pelatihan pengelola, dan pelaporan melalui RDIS akan menjadi bagian dari kerja sama ini,” jelasnya.
Galeri Investasi BEI di FIA UI direncanakan mengadopsi model Galeri Investasi BEI (Ruangan) dan/atau Galeri Investasi Digital BEI, dengan mempertimbangkan kebutuhan serta ketersediaan fasilitas. Melalui galeri ini, mahasiswa dan masyarakat dapat memperoleh informasi pasar modal, mengikuti kegiatan edukasi, mengakses data publikasi dan peraturan, serta membuka rekening efek bekerja sama dengan Anggota Bursa mitra.
Diharapkan, kehadiran Galeri Investasi BEI di FIA UI dapat menjadi pusat referensi pasar modal, sarana penelitian dan pengkajian, serta jembatan antara dunia akademis dan praktik investasi nyata di pasar modal Indonesia.



