Depok, 30 Juni 2025 – Kabupaten Sumedang menghadapi tantangan serius dalam mencapai target prevalensi stunting, sejalan dengan target nasional sebesar 20% pada tahun 2024 dan target “zero new stunting” di Sumedang. Dalam disertasinya, Dr. Mutia Rahman menyoroti bahwa tata Kelola kolaboratif dapat menjadi kunci untuk mengatasi masalah kompleks tersebut.
“Hal ini memerlukan keterlibatan aktif tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari aktor non-pemerintah, termasuk masyarakat di tingkat akar rumput (grassroot),” Jelas Dr. Mutia.
Dr. Mutia, menyampaikan bahwa penanganan stunting bukan hanya isu Kesehatan, sekitar 70% intervensinya bersifat sensitif dan membutuhkan koordinasi lintas sektor yang kuat. Penelitian di Kabupaten Sumedang ini menemukan bahwa kolaborasi dalam penanganan stunting masih perlu ditingkatkan.
“dinamika tata kelola kolaboratif di Sumedang masih memerlukan perhatian serius terkait keterlibatan prinsipil (principled engagement), motivasi bersama (shared motivation), dan kapasitas untuk tindakan bersama (capacity for joint action), baik di tingkat kebijakan maupun operasional,” ungkap Dr. Mutia.
Penelitian ini menemukan bahwa kolaborasi berjalan baik jika semua pihak saling tergantung dan ada dorongan nyata dari hasil yang dicapai. Namun, kolaborasi akan sulit jika ada ketidakpastian dan kepemimpinan yang memulai masih kurang.
“Penelitian ini memberikan wawasan kritis tentang bagaimana kita dapat meningkatkan upaya penanganan stunting melalui kolaborasi yang lebih efektif,” ujar Dr. Mutia
Dr. Mutia membeberkan hasil penelitian dalam disertasinya menunjukkan bahwa kita perlu melampaui pendekatan sektoral dan memastikan bahwa semua pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, motivasi yang kuat, dan kapasitas untuk bertindak bersama demi masa depan anak-anak kita.
Sebagai informasi, promosi doktor ini diketuai oleh Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., dengan promotor Prof. Dr. Amy Yayuk Sri Rahayu, M.Si., ko-promotor Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum, M.Si. yang beranggotakan, Prof. Dr. Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt. M.Sc., Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag. rer. publ., Dr. Roy Valliant Salomo, M.Soc. Sc., Dr. Lina Miftahul Jannah, M.Si.



