Depok, 30 Juni 2025 – Kompleksitas tantangan yang dihadapi sektor publik di era modern menuntut pendekatan yang tidak lagi bersifat konvensional. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi lintas sektoral, tata kelola kolaboratif kian relevan sebagai strategi inovatif dalam menjawab dinamika permasalahan publik.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong penguatan tata kelola yang inklusif dan partisipatif, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menghadirkan Prof. Jacob Torfing, Guru Besar Ilmu Politik dan Institusi di Roskilde University, Denmark, sebagai Visiting Professor sekaligus pembicara utama dalam kuliah umum bertema “Collaborative Governance in the Age of Complexity” yang diselenggarakan di Gedung Prof. Prajudi Atmosudirjo, Lantai 1, Kampus FIA UI, Depok, Senin (30/06).

Kehadiran Prof. Torfing menjadi istimewa dikarenakan rekognisi internasional atas kepakarannya. Berdasarkan data dari situs akademik bereputasi research.com, Prof. Jacob Torfing saat ini menempati peringkat #1 sebagai peneliti paling berpengaruh dalam bidang Ilmu Politik di Denmark dan sangat popular dalam riset tentang collaborative governance.

Dalam sambutannya, Dekan FIA UI, Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., menyatakan bahwa kerja sama ini bukan sekadar pertukaran ilmiah, melainkan langkah strategis dalam mendorong inovasi kebijakan publik yang lebih adaptif dan kolaboratif.

“Di tengah tantangan tata kelola yang semakin kompleks, FIA UI berkomitmen memperkuat ekosistem akademik dan riset melalui kemitraan internasional. Kunjungan Prof. Torfing merupakan momentum penting untuk membangun jembatan ilmu pengetahuan dan praktik tata kelola inovatif di Indonesia,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Torfing menekankan bahwa tata kelola kolaboratif bukan hanya soal kerja sama lintas sektor, tetapi tentang membangun sistem pemerintahan yang lebih demokratis, inklusif, dan inovatif.

“Ini (tata kelola kolaboratif) juga memicu inovasi di sektor publik serta menciptakan sistem tata kelola pemerintahan yang kokoh dikarenakan pertemuan berbagai aktor dan ide sehingga menstimulasi penciptaan nilai inovasi publik. Pada prinsipnya yang dihasilkan dari hal tersebut adalah solusi kokoh yang tetap mempertahankan fungsi, tujuan, dan nilai dasar masyarakat dengan berbagai metode efektif dan baru,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pendekatan kolaboratif terbukti mampu memperkuat legitimasi kebijakan sekaligus meningkatkan efisiensi layanan publik melalui inovasi bersama.

Dirinya juga menuturkan bahwa tata kelola kolaboratif tidak muncul secara spontan, harus diiringi dengan aturan yang tegas dan metagovernance, yaitu sebuah bentuk tata kelola yang mempengaruhi proses dan keluaran dari tata kelola kolaboratif tanpa terlalu banyak kontrol dan komando.

Tak hanya memberi kuliah umum, kunjungan Prof. Torfing juga diiringi dengan sesi diskusi dan penjajakan kolaborasi riset bersama para akademisi FIA UI. Ia turut didampingi oleh Prof. Eva Sørensen, Profesor Administrasi Publik dan Demokrasi Roskilde University, yang juga dikenal atas kontribusinya dalam bidang co-creation kebijakan publik dan berdasarkan data dari situs akademik bereputasi research.com, Prof. Eva Sørensen saat ini menempati peringkat #3 sebagai peneliti paling berpengaruh dalam bidang Ilmu Politik di Denmark.

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda internasionalisasi FIA UI dalam memperkuat jejaring akademik global dan memperluas kontribusi keilmuan dalam reformasi tata kelola publik di Indonesia.