Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Eko Prasojo mengatakan, peran masyarakat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dan keterpurukan ekonomi menjadi penting. “Representasi individu masyarakat, outcome terjadinya perbaikan akses dan pasar yang berkeadilan. [Selain itu] mengenai penguatan lembaga dan kebebasan masyarakat yang demokratis,” tuturnya.

Langkah pemerintah membantu masyarakat melalui pemberian subsidi disinyalir menuai persoalan. Eko memaparkan, terjadi chaos dalam penanganan bantuan Covid-19. Selain budaya complient yang masih rendah, budaya masyarakat juga masih rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama antarlembaga.

“Gotong royong memperkuat masyarakat. Pemerintah yang desentralistrik, sebagian urusan sudah didistribusikan pemerintah daerah untuk menghadapi fenomena global. Masyarakat itu diperlukan, local wisdom, local innovation,” ujarnya.

Untuk menyinergikan penanganan Covid-19, terdapat tiga aspek. Poin pertama yang perlu diperhatikan yakni menyinkronkan regulasi dalam manajemen krisis kesehatan, penanganan kedaruratan nasional dan pemerintah daerah. Selain itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berkoordinasi lebih baik terutama menyangkut kapabilitas birokrasi dan kepemimpinan. Ketiga, meningkatkan kepercayaan publik dan kesadaran.

Sumber: Gatra.com

Leave a Comment