Prof Eko: Megatren Global Menuntut Reformasi Birokrasi

BALI. Tekanan dari globalisasi dan budaya membutuhkan langkah cerdas pemerintah negara berkembang untuk membuat strategi yang tepat untuk masyarakatnya. Apalagi diikuti perkembangan teknologi yang sangat signifikan sehingga harus disertai dengan pengembangan manajemen sumber daya manusia di sektor publik.

Hal ini menjadi perhatian Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Eko Prasojo saat menjadi pembicara Eastern Regional Organization for Public Administration (EROPA) Conference 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (17/9). Dalam pidatonya, ia menyampaikan perlu penyesuaian kapabilitas para pejabat pemerintahan, birokrasi dan masyarakat secara cepat dan berkelanjutan dalam menghadapi megatren global. Adapun megatren global meliputi kemajuan digital, globalisasi 2.0, krisis energi, individualisme, pluralisme, konvergensi teknologi dan aging society. “Sentuhan manusia tetap dibutuhkan dalam era digital untuk mengidentifikasi berbagai masalah manusia dan mencari solusinya,” kata Prof. Eko.

Ketua Indonesian Association for Public Administration (IAPA) ini juga menyinggung dari jumlah populasi masyarakat Asia sebesar 923 juta, sekitar 200 juta melakukan urbanisasi. Mirisnya tidak diikuti manajemen pemerintah yang mengikuti tren tersebut. Sampai sejauh ini dalam beberapa indikator electronic government negara-negara Asia masih di bawah dari negara Eropa dan Amerika. Hanya Korea Selatan, Jepang, dan Singapura yang berada di peringkat atas.

Terlihat sejak tahun 2006 s.d 2016 hasil survei World Governance Index rata-rata negara-negara Asia tidak mengalami perubahan dalam efektivitas pemerintahan. “Kita harus bertanya apakah reformasi birokrasi berhasil atau tidak?” kata mantan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Wamenpan-RB) ini. Menurutnya forum yang dihadiri oleh ilmuwan dan praktisi administrasi negara harus memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mengatasi stagnansi tersebut.

Sekedar informasi, acara ini juga dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Komisaris Jendral Pol Syafruddin dan Gubernur Bali, Wayan Koster. Acara yang berlangsung 2 hari ini juga diikuti Ketua Lembaga Administrasi Negara (LAN), Adi Suryanto, Ketua EROPA EC. Yang Hyang Ja, dan Sekretaris Jenderal EROPA, Orlando Mercado. (MI)