Depok, 3 September 2026 — Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal (PSIAF) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar menggelar Kuliah Tamu bertajuk “Pajak Bertutur 2026: Pajak Kita, Energi Sang Juara” tingkat perguruan tinggi. Kegiatan berlangsung secara hybrid di Auditorium EDISI 2020, Lantai 4, Gedung M, Kampus FIA UI Depok. Kuliah tamu ini merupakan bagian dari rangkaian program nasional Pajak Bertutur yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan setiap tahun untuk menumbuhkan kesadaran pajak sejak dini di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Kuliah tamu menghadirkan Dasto Ledyanto, Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, sebagai pembicara utama, didampingi dua penyuluh pajak Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Grameyru Prabu Edward dan Ester Ro Uli Siahaan. Diskusi dipandu oleh Mohamad Luhur Hambali, S.I.A., M.A., dosen FIA UI, selaku moderator.

Dalam paparannya, tim dari Kanwil DJP Wajib Pajak Besar mengajak mahasiswa merefleksikan visi Indonesia Emas 2045, saat usia kemerdekaan Indonesia genap 100 tahun dan generasi mahasiswa saat ini berada di usia produktif sekitar 37–39 tahun serta diproyeksikan memegang kendali pembangunan bangsa. Disampaikan bahwa bonus demografi Indonesia—dengan proyeksi populasi sekitar 324 juta jiwa dan 52 persen di antaranya usia produktif—baru dapat menjadi kekuatan nyata apabila didukung sejumlah prasyarat, seperti kualitas sumber daya manusia, kemampuan adopsi teknologi, infrastruktur memadai, serta stabilitas kebijakan ekonomi dan politik. Untuk menjadi bagian dari generasi emas tersebut, pembicara menekankan pentingnya penguasaan keterampilan digital dan AI, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi lintas budaya, integritas, ketahanan mental, jiwa kewirausahaan, hingga kesehatan fisik dan mental.

Materi kemudian menjelaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai “sumber energi” utama pembangunan Indonesia, lengkap dengan enam fungsinya—otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Berdasarkan postur APBN 2026, pendapatan negara direncanakan sebesar Rp3.147,7 triliun dan belanja negara Rp3.786,5 triliun, dengan penerimaan pajak menjadi kontributor terbesar pendapatan negara, yakni Rp2.357,7 triliun atau sekitar 74,9 persen—tren yang terus meningkat sejak 2022. Tim penyuluh juga memaparkan sejumlah insentif pajak (belanja perpajakan) khusus di bidang pendidikan, di antaranya pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa pendidikan dan buku pelajaran, pengecualian Pajak Penghasilan (PPh) atas beasiswa, serta fasilitas super deduction bagi kegiatan vokasi dan penelitian dan pengembangan (litbang), dengan total belanja perpajakan sektor pendidikan tercatat Rp21,6 triliun pada 2024 dan diproyeksikan naik menjadi Rp29,5 triliun pada 2027.

Pada bagian lain, pembicara menyoroti tantangan rasio pajak (tax ratio) Indonesia yang masih tertinggal dibanding sejumlah negara ASEAN lainnya, salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya kepatuhan sebagian wajib pajak dalam mendaftar, melapor, dan membayar kewajiban perpajakannya—fenomena yang dikenal sebagai free rider problem. Untuk itu, mahasiswa diajak memahami alur kewajiban perpajakan yang meliputi empat tahap: daftar, hitung, bayar, dan lapor, serta didorong berdiskusi bersama mengenai langkah konkret meningkatkan kepatuhan pajak di kalangan generasi muda.

Sebagai penutup, tim dari Kanwil DJP Wajib Pajak Besar menyampaikan pesan bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan yang diharapkan menjadi role model kepatuhan pajak di masyarakat, dengan memaksimalkan fasilitas publik yang dihasilkan dari pajak melalui prestasi, menolak mentalitas free rider, serta menjadi agen kesadaran pajak di lingkungan sekitar. Materi turut mengulas sejarah penetapan 14 Juli sebagai Hari Pajak, yang berakar dari sidang BPUPKI pada masa persiapan kemerdekaan Indonesia tahun 1945, saat kata “pajak” untuk pertama kalinya masuk ke dalam rancangan Undang-Undang Dasar 1945.

Penyelenggaraan kuliah tamu ini menegaskan komitmen FIA UI dalam mendukung program literasi dan kesadaran pajak nasional, khususnya di kalangan mahasiswa.

Leave a Comment