Depok, 3 September 2026 — Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal (PSIAF) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menggelar Special Webinar PSIAF FIA UI Seri #9 dalam format kuliah umum hybrid bertajuk “The Future of Tax Administration: Digitalisation, AI and The Changing Tax Profession – A Singapore Perspective”. Kuliah umum ini berlangsung secara luring di Auditorium EDISI 2020, Lantai 4, Gedung M, FIA UI Depok, sekaligus disiarkan melalui Zoom Meeting bagi peserta yang mengikuti secara daring. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama FIA UI dengan POLTAX, GAP, DTA, IFTAA, IKPI, Tax Centre Universitas Indonesia, dan Kompaf FIA UI.
Kuliah umum menghadirkan Dennis Lui, Deputy Commissioner (Indirect Taxes, Law and Investigation Group) Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS) yang juga menjabat Chief Executive Officer Tax Academy of Singapore, sebagai pembicara utama. Bertindak sebagai moderator adalah Wisamodro Jati, S.Sos., M.Int.Tax., M.H., dosen Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal FIA UI. Peserta yang mendaftar melalui tautan registrasi resmi juga berkesempatan memperoleh e-certificate.
Dalam paparannya, Dennis Lui memperkenalkan perjalanan transformasi digital IRAS yang dimulai sejak 2016 melalui blueprint “LEveraging Analytics, Design and Digitalisation” (LEA:D), berlanjut ke LEA:D 2.0 pada 2020, hingga pergeseran strategi pada 2025 yang menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai co-worker dalam proses administrasi pajak. Ia memaparkan bagaimana IRAS—organisasi dengan sekitar 2.000 pegawai yang melayani hampir 4 juta wajib pajak—berhasil menyederhanakan proses perpajakan lewat sejumlah inisiatif, di antaranya No-Filing Service dan Auto-Inclusion Scheme bagi wajib pajak orang pribadi, penyederhanaan formulir pelaporan pajak badan (Form C-S dan Form C-S Lite), otomatisasi pembayaran melalui GIRO, hingga penerapan GST InvoiceNow yang memanfaatkan jaringan e-invoicing nasional berbasis standar internasional Peppol.
Lebih jauh, Dennis Lui menegaskan bahwa transformasi digital dan kehadiran AI tidak akan menggantikan peran manusia, melainkan memperkuat kapabilitasnya. Ia mencontohkan penerapan GST Refund Review AI Assistant, sebuah asisten AI yang telah diujicobakan kepada auditor GST IRAS sejak Oktober 2025 untuk membantu proses pengambilan data, penilaian risiko, hingga penyusunan draf laporan analisis pengembalian pajak—sementara keputusan akhir tetap berada di tangan auditor manusia sebagai bentuk akuntabilitas dan tata kelola.
Mengenai dampaknya terhadap profesi pajak, Dennis Lui menyampaikan bahwa ketika pengetahuan spesialis semakin mudah diakses melalui mesin pencari, basis data digital, dan AI, nilai seorang profesional pajak bergeser dari sekadar menguasai pengetahuan menjadi kemampuan menghubungkan, mengkurasi, dan menerapkan pengetahuan tersebut secara tepat—sebuah pergeseran dari profesional spesialis menuju profesional “T-shaped” yang memiliki kedalaman keahlian sekaligus keluasan wawasan lintas bidang. Ia turut mengutip pandangan yang pernah disampaikannya pada peresmian Tax Academy of Singapore Hub, bahwa pendidikan profesi pajak kini memasuki era baru di mana tantangan utamanya bukan lagi soal mengajarkan lebih banyak materi, melainkan bagaimana mencetak profesional pajak yang lebih baik di tengah melimpahnya akses pengetahuan.
Dennis Lui juga menyinggung kemitraan yang telah terjalin antara Tax Academy of Singapore dan mitra perpajakan di Indonesia, termasuk kunjungan delegasi Indonesia ke Tax Academy dan IRAS pada awal Agustus 2026, sebagai bagian dari eratnya hubungan kerja sama perpajakan kedua negara. Di penghujung paparannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih khusus kepada para sahabatnya di Indonesia atas kolaborasi yang telah terjalin selama ini.
Penyelenggaraan kuliah umum ini menegaskan posisi FIA UI sebagai fakultas yang aktif membuka ruang dialog akademik lintas negara di bidang perpajakan, sekaligus membekali sivitas akademika dengan wawasan terkini mengenai arah transformasi digital dan AI dalam administrasi pajak global.



