Minimnya literasi keuangan masih menjadi tantangan klasik yang menghambat kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Banyak pelaku usaha menjalankan bisnis tanpa pencatatan keuangan yang sistematis, bahkan kerap mencampur laba dengan pengeluaran rumah tangga. Kondisi ini menyebabkan pelaku UMKM kesulitan menilai apakah bisnis mereka benar-benar menguntungkan atau justru stagnan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dalam mengelola dan mendokumentasikan catatan keuangan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan usaha. Penelitian Mintah et al. (2022) menemukan bahwa penerapan manajemen pencatatan usaha dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan serta mendorong pertumbuhan bisnis kecil menuju skala menengah. Sementara itu, studi Ajibade dan Khayundi (2017) menunjukkan bahwa lemahnya praktik pencatatan keuangan di Afrika Selatan berdampak langsung pada kesulitan akses kredit dan rendahnya produktivitas jangka panjang bagi UMKM.

Konteks tersebut juga relevan dengan kondisi di Indonesia, di mana akses pembiayaan dan tata kelola usaha masih menjadi kendala utama. Menyadari hal itu, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan kegiatan “Program Pendampingan Pencatatan Laporan Keuangan dan Perhitungan Modal Kerja bagi Pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas” pada 13 Oktober 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 54 pelaku UMKM dari berbagai sektor dan merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat FIA UI di wilayah Purwokerto dan sekitarnya. Melalui kegiatan tersebut, peserta dibimbing untuk memahami prinsip dasar pencatatan keuangan, penyusunan laporan laba rugi sederhana, serta perhitungan kebutuhan modal kerja. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara praktis dan kontekstual, menyesuaikan dengan karakteristik usaha lokal.

Hasil survei pascakegiatan menunjukkan dampak positif: mayoritas pelaku UMKM melaporkan peningkatan keuntungan antara 10% hingga 70% per bulan setelah menerapkan pencatatan yang lebih teratur. Sebagian lainnya bahkan mencatat tambahan laba sebesar Rp500 ribu hingga Rp10 juta. Selain peningkatan finansial, lebih dari separuh peserta mengaku menjadi lebih disiplin dalam mencatat transaksi dan lebih percaya diri dalam mengelola keuangan usahanya.

Kegiatan pendampingan ini menegaskan bahwa literasi keuangan bukan sekadar kemampuan administratif, melainkan investasi sosial dan ekonomi yang memperkuat daya saing sektor UMKM. Melalui upaya berkelanjutan seperti ini, FIA UI berkomitmen untuk turut mendorong tumbuhnya pelaku usaha kecil yang lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Berita ini diadaptasi dari tulisan Dr. Prianto Budi Saptono, M.B.A., dosen Departemen Ilmu Administrasi Fiskal, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia.

sumber: https://kumparan.com/prianto-budi-saptono-1760522466658631902/pencatatan-keuangan-sebagai-kunci-umkm-naik-kelas-2653N1spRIm/full