Depok, 9 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor atas nama Neneng Heryati dengan disertasi berjudul “Tata Kelola Dinamis (Dynamic Governance) Pemenuhan Akses Pendidikan Dasar Anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Community Learning Center (CLC) di Sabah dan Sarawak, Malaysia.” Sidang promosi doktor dilaksanakan di Auditorium EDISI 2020, lantai 4 Gedung M FIA UI.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya akses pendidikan dasar bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sabah dan Sarawak, Malaysia. Berbagai kendala, mulai dari persoalan legalitas dokumen, kondisi geografis wilayah perkebunan yang terpencil, hingga keterbatasan sosial-ekonomi menyebabkan banyak anak PMI tidak dapat mengakses pendidikan formal. Sebagai alternatif, Pemerintah Indonesia bersama berbagai pemangku kepentingan mengembangkan Community Learning Center (CLC) sebagai layanan pendidikan berbasis kurikulum nasional Indonesia yang berada di bawah pembinaan akademik Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Hingga tahun 2025, terdapat 283 CLC yang melayani lebih dari 21 ribu siswa jenjang sekolah dasar dan menengah pertama di Malaysia Timur.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma post-positivist dan dianalisis menggunakan teori Dynamic Governance untuk mengkaji kemampuan adaptif tata kelola CLC dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Luar Negeri, perwakilan RI di Malaysia, Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, koordinator dan guru CLC, perusahaan perkebunan, hingga orang tua peserta didik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola CLC merupakan bentuk tata kelola yang bersifat multiaktor, multilevel, hibrida, dan adaptif. Pengelolaan CLC melibatkan berbagai institusi pemerintah, perwakilan Indonesia di luar negeri, sekolah, perusahaan perkebunan, organisasi masyarakat, serta komunitas pekerja migran. Selain mengandalkan mekanisme formal seperti kurikulum nasional, penganggaran, dan pembinaan akademik, keberlangsungan layanan pendidikan juga ditopang oleh koordinasi informal, fleksibilitas dalam pemanfaatan fasilitas perkebunan, serta komunikasi intensif antarpemangku kepentingan di lapangan.
Penelitian juga menemukan bahwa praktik tata kelola CLC telah mencerminkan prinsip-prinsip Dynamic Governance melalui kemampuan berpikir ke depan (thinking ahead), mengkaji ulang kebijakan (thinking again), dan belajar dari pengalaman lintas wilayah (thinking across). Kapabilitas tersebut terlihat dalam upaya pemetaan kebutuhan guru, evaluasi kualitas layanan pendidikan, penyesuaian terhadap perubahan regulasi di Malaysia, hingga adopsi praktik-praktik terbaik dalam penyelenggaraan pembelajaran di berbagai lokasi CLC.
Meski demikian, penelitian mengungkap bahwa praktik adaptif tersebut belum sepenuhnya terlembagakan secara sistematis. Keberhasilan penyelenggaraan CLC masih sangat bergantung pada komitmen individu, kepemimpinan para aktor di lapangan, serta hubungan koordinasi informal antarlembaga. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan tata kelola yang lebih terstruktur agar layanan pendidikan bagi anak-anak PMI dapat berjalan secara berkelanjutan.
Berdasarkan temuan tersebut, disertasi ini merekomendasikan penyusunan regulasi dan standar operasional khusus bagi penyelenggaraan CLC di luar negeri, pembangunan sistem data terpadu yang mengintegrasikan informasi peserta didik dan layanan pendidikan, penguatan diplomasi bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia terkait legalitas operasional CLC, serta peningkatan kemitraan dengan perusahaan perkebunan dan komunitas orang tua untuk mendukung keberlangsungan akses pendidikan anak-anak pekerja migran.
Melalui disertasi ini, Neneng Heryati memberikan kontribusi akademik terhadap pengembangan ilmu administrasi publik, khususnya dalam bidang dynamic governance, tata kelola kolaboratif lintas negara, dan kebijakan pelayanan publik bagi masyarakat migran. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dalam memperkuat tata kelola pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia sekaligus memastikan terpenuhinya hak atas pendidikan tanpa terkendala batas negara.
Sebagai informasi, sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Haula Rosdiana, M.Si. selaku Ketua Sidang. Adapun Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Si., M.M. bertindak sebagai Promotor dan Dr. Lina Miftahul Jannah, M.Si. sebagai Ko-Promotor. Sementara itu, anggota tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Si., Dr. Maralus Panggabean, M.Sc., Prof. Dr. Amy Yayuk Sri Rahayu, M.Si., dan Dr. Achmad Fauzi, M.E.



