Dunia bisnis seakan tak pernah berhenti bertumbuh. Start-up terus lahir dan berkembang seakan melambangkan gagasan cemerlang yang tak ada habisnya. Membangun start-up menjadi kian diminati oleh banyak kawula muda, termasuk mahasiswa, dalam rangka mengembangkan potensi dan menyalurkan jiwa kewirausahaan.

Bergerak dari hal tersebut, FIA UI bekerjasama dengan IndoGen Capital dalam menyelenggarakan sebuah webinar berjudul “Powerful Business Pitching” pada Kamis (02/07/2020) dengan menghadirkan Chandra Firmanto selaku Managing Partner Indogen Capital sebagai pemateri. Webinar ini juga merupakan rangkaian kegiatan menuju business pitching competition dengan tema “from idea to start-up” yang akan dilaksanakan pada Kamis (09/07/2020). Kompetisi tersebut diikuti oleh mahasiswa Administrasi Niaga FIA UI yang tengah menempuh mata kuliah Kewirausahaan Stratejik.

Webinar yang dimoderatori oleh Dra. Novita Ikasari, M.Comm, Ph.D ini terdiri atas dua sesi. Sesi pertama berfokus pada pentingnya memahami apa yang dibutuhkan oleh investor sebagai langkah awal yang dapat memikat para penanam modal, kemudian pada sesi kedua membahas bagaimana membangun pitch deck atau presentasi rencana bisnis yang tepat.

Pemaparan pada sesi pertama dibuka dengan kisah awal Chandra Firmanto berkecimpung di dunia investasi. Ia mengatakan bahwa, “Kunci utamanya, ya, mengetahui apa yang dibutuhkan oleh investor tersebut, gimana return yang akan mereka dapatkan. Selain itu, membangun networking juga penting. Misalnya kita datang ke event A, banyak-banyak kenalan sama orang, yang kiranya bisa kerja sama dengan kita. Terus juga, kalau punya kenalan yang expert di bidang yang kita minati, minta pendapat mereka juga mengenai ide kita.”

Secara gamblang, lulusan University of Southern California ini meringkas 4 (empat) poin utama dalam upaya memahami kebutuhan investor, yaitu: pertama, sebuah start-up harus menunjukkan bagaimana ide mereka dapat terus berjalan untuk mendapatkan pertumbuhan hingga 30%, kedua, founder dari start-up harus mampu menunjukan kejelasan tujuan atau endgame dari bisnisnya, ketiga, founder start-up mampu menunjukan value dari bisnisnya sehingga dapat menjadi target akuisisi di masa yang akan datang, dan terakhir, founder start-up harus memastikan bahwa mereka bergerak di sektor yang sedang hot atau tren sehingga sesuai dengan apa yang dicari oleh investor.

Adapun 5 (lima) sektor yang dikatakan berada pada posisi hot industry ialah artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan blockchain, fintech, edutech, e-commerce dan lifestyle, hingga logistics.

Sesi pertama pun ditutup dengan kalimat dari Chandra Firmanto yang dikutip oleh sang moderator, yaitu: “We want to shape the founders to reach their maximum potential. If this were competitive sports, we find the athletes, then we shape them into champions”, yang bermakna bahwa setiap entrepreneur memiliki potensi yang dapat dikembangkan sehingga menjadi sosok ‘pemenang’ yang tangguh dan mampu menawarkan solusi.

Setelah memahami kebutuhan investor, penyampaian rencana bisnis atau business pitching juga menjadi poin penting yang tidak boleh dilewatkan. Pada sesi kedua, managing partner Indogen Capital yang akrab dipanggil Chandra ini memaparkan 7 (tujuh) poin utama yang harus ada di dalam pitch deck atau presentasi, yaitu: Problem, Solution, Team, Market, Competition Landscape, How you make or plan to make money, dan Traction/Milestones. Beliau juga menambahkan bahwa tidak ada struktur atau susunan pitch deck yang benar atau salah, namun idealnya investor selalu menyukai pitch deck yang dimulai dengan susunan ini.

Chandra memberikan 7 (tujuh) tips untuk meminimalkan kegagalan dari sebuah business pitching. Pertama adalah dengan mempelajari kategori investor dan pahami mana yang cocok dan tepat untuk start-up yang dijalankan, kedua, pahami pada level mana posisi start-up sehingga dapat mencocokan dengan nilai yang diajukan kepada investor, ketiga, pahami elemen apa yang penting berdasarkan level start-up, keempat, persiapkan pitch deck agar cocok dengan audience, kelima, lakukan latihan pitch dengan menyiapkan beberapa versi durasi karena investor dapat ditemui pada waktu dan tempat yang tidak terduga, keenam, selalu minta tanggapan dan saran dari orang lain tentang pitch yang telah disiapkan, dan yang terakhir adalah mencari dan menjangkau para investor dengan berbagai cara seperti lewat pengenalan oleh teman, email, Linkedin dan sebagainya.

Chandra juga menambahkan betapa pentingnya sebuah pitching sehingga pitch deck harus disiapkan dengan baik dan ditambah dengan melakukan latihan hingga matang, karena hanya ada satu kesempatan untuk mempresentasikannya di depan investor. Dra. Novita selaku moderator juga menegaskan bahwa tiap individu tidak perlu takut akan kegagalan melainkan harus mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut dan tetap melanjutkan semangat menuju kesuksesan.

Webinar “Powerful Business Pitching” ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Chandra Wijaya selaku guru besar program studi Administrasi Niaga FIA UI dan koordinator mata kuliah Kewirausahaan Stratejik, Dr. Effy Zalfiana Rusfian, M.Si selaku Ketua Departemen Ilmu Administrasi Niaga FIA UI, staff pengajar, mahasiswa, dan civitas lainnya.

 

Contributor: Siti Ghina (Negara 2018)

Leave a Comment