“Motif dari perlombaan semacam tadi (lomba inovasi new normal 168 miliar), saya khawatir ini berangkat dari tradisi lama kompetisi kewenangan antara kementerian/lembaga,” ujar Pengamat Kebijakan Publik serta Dosen FIA UI Defny Holidin.

Menurutnya, ada kecenderungan ego sektoral dan miskoordinasi karena Kemendagri hendak mempertahankan kooptasinya kepada daerah. “Ini sebenarnya logika program yang menurut saya keliru diterapkan pemerintah,” ungkapnya.

“Yang pemerintah kita harus tau kalau koordinasi itu penyelarasan. Tapi yang terjadi adalah sejak awal Presiden menunjuk Kemenkes dan BNPB sebagai leading sector. Untuk mengatasi pandemi, saya melihatnya ini seperti ada kecemburuan. Yang lain akan berpikir bagaimana kemudian ini diterjemahkan jadi program dia,” ujarnya.

Sehingga, logika pengukuran kinerja tersebut menurutnya sangat absurd di Indonesia, yang dilihat bukan koherensi tapi kementerian/lembaga. “Itu yang menjadikan kita selalu terus menerus mengalami perangkap kinerja seperti itu,” tukasnya.

sumber: Narasi TV

Leave a Comment