Depok, 17 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor atas nama Widharma Raya Dipodiputro dari Program Studi Doktor Ilmu Administrasi. Dalam sidang tersebut, Widharma mempertahankan disertasi berjudul “Redesain Strategi Bersaing PT Produksi Film Negara dalam Industri Perfilman Indonesia”. Sidang promosi doktor dilaksanakan di Auditorium EDISI 2020, lantai 4 Gedung M FIA UI.

Penelitian ini bertujuan merancang ulang strategi bersaing Perum Produksi Film Negara (PFN) guna meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus memperkuat perannya sebagai instrumen strategis negara dalam pengembangan industri perfilman nasional. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif melalui analisis kinerja keuangan dan operasional, analisis lingkungan internal dan eksternal (IFAS–EFAS), serta pendekatan teoritis Corporate Life Cycle, Public Value Management (PVM), dan Dynamic Capabilities (DC).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepanjang periode 2015–2023 PFN berada dalam kondisi yang kurang sehat. Kondisi tersebut ditandai oleh tingginya dominasi utang, rendahnya tingkat profitabilitas, serta terjadinya penyimpangan dari bisnis inti perusahaan akibat ketergantungan pada pengelolaan aset yang belum optimal. Temuan tersebut menempatkan PFN pada tahap infancy dalam siklus hidup perusahaan, yang mencerminkan tingginya risiko kegagalan organisasi dan lemahnya daya saing perusahaan di tengah perkembangan industri perfilman nasional.

Meski demikian, hasil analisis IFAS–EFAS menunjukkan bahwa PFN masih memiliki peluang untuk berkembang. Posisi perusahaan berada pada kategori grow and build, yang mengindikasikan bahwa strategi pertumbuhan dan pengembangan masih dapat dilakukan melalui langkah-langkah yang intensif, terintegrasi, selektif, dan kolaboratif. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi PFN masih memiliki prospek yang kuat apabila didukung oleh strategi yang tepat serta lingkungan kelembagaan yang mendukung.

Dalam perspektif Public Value Management, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi PFN tidak hanya bergantung pada kemampuan internal perusahaan, tetapi juga pada peran aktif pemerintah dalam menciptakan lingkungan otorisasi yang kondusif. Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui regulasi, tetapi juga melalui kebijakan yang berorientasi pada penciptaan nilai publik. Oleh karena itu, kinerja PFN perlu diukur tidak semata-mata berdasarkan keuntungan finansial, melainkan juga kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan penguatan ketahanan budaya nasional.

Sementara itu, dalam kerangka Dynamic Capabilities, penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kemampuan sensing, seizing, dan reconfiguring melalui optimalisasi intellectual capital serta pengembangan kolaborasi berbasis hexahelix. Pendekatan tersebut dinilai mampu mendorong PFN bertransformasi menjadi lembaga pembiayaan film nasional yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika industri kreatif.

Berdasarkan hasil penelitian, disertasi ini merekomendasikan penyusunan grand design strategi perfilman nasional, penguatan regulasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri kreatif, pembangunan kolaborasi lintas aktor berbasis hexahelix, optimalisasi aset negara sebagai sumber penciptaan nilai publik, serta transformasi PFN menjadi lembaga pembiayaan film yang mengacu pada standar kematangan sektor keuangan.

Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan model redesain strategi bersaing yang mengintegrasikan pendekatan Public Value Management dan Dynamic Capabilities. Model tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi transformasi badan usaha milik negara di sektor industri kreatif, sekaligus memperkuat peran negara dalam membangun ekosistem perfilman nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si. selaku Ketua Sidang. Adapun Prof. Dr. Martani Huseini, MBA bertindak sebagai Promotor dan Dr. Eko Sakapurnama, S.Psi., MBA sebagai Ko-Promotor. Tim penguji dalam sidang ini terdiri atas Prof. Dr. Ir. Mohammad Hamsal, MSE, MQM, MBA, Dr. Toto Pranoto, M.M., Prof. Dr. Martani Huseini, MBA, Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., Dr. Achmad Fauzi, M.E., Dr. Umanto, M.Si., serta Dr. Eko Sakapurnama, MBA., CHRM.