Depok, 3 Juli 2025 – Doktor Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), merancang sebuah sebuah model bisnis yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor fashion di Indonesia. Disertasi yang berjudul “Merancang Model Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Modest Fashion untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis UMKM Modest Fashion di Indonesia” ini ditulis oleh Munawaroh dari Program Doktor Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia.
Penelitian ini menyoroti hal penting dari localism, sustainable supply chain, dan social media marketing dalam mendorong pertumbuhan UMKM fashion, serta menganalisis bagaimana dukungan pemerintah dapat memoderasi hubungan antar variabel-variabel tersebut.
“penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran mixed-method, dengan data kualitatif yang diperoleh melalui Forum Group Discussion (FGD) bersama 15 pelaku usaha fesyen Muslim, wawancara mendalam dengan 7 informan, dan 2 perwakilan dari Kementerian. Sementara itu, data kuantitatif dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) terhadap 180 responden,” Tutur Dr. Monawaroh.
Dalam pidatonya Dr. Munawaroh menyampaikan hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen-localism, sustainable supply chain, dan social media marketing, memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis UMKM. Dari ketiganya, social media marketing terbukti menjadi variabel yang paling dominan dalam memengaruhi kinerja bisnis.
Temuan kualitatif lebih lanjut menggarisbawahi bahwa penguatan localism berbasis budaya lokal, keberlanjutan rantai pasok, pengembangan komunitas, dan penceritaan narasi atau storytelling merupakan karakteristik penting dalam praktik UMKM fashion.
“Adapun dukungan pemerintah memiliki peran yang penting sebagai variabel moderasi yang dapat memperkuat pengaruh social media marketing terhadap kinerja bisnis. Namun, pengaruhnya pada praktik sustainable supply chain masih belum cukup kuat, dan belum optimal dalam memperkuat localism karena kurangnya keselarasan kontekstual dengan dinamika local,” Jelas Dr. Munawaroh.
Dr. Munawaroh menyampaikan juga rekomendasi dalam disertasinya yakni pelaku usaha fashion harus mengintegrasikan kekuatan lokal, menerapkan praktik keberlanjutan dalam rantai pasok, dan mengoptimalkan pemasaran digital. Dengan demikian, mereka dapat menciptakan identitas merek yang autentik, memperluas akses pasar, serta meningkatkan efisiensi operasional.
Di sisi lain, pemerintah didorong untuk mengembangkan kebijakan yang lebih kontekstual dan partisipatif guna mendukung pengembangan sektor UMKM secara efektif. Penelitian ini juga menyajikan rancangan model bisnis yang mengintegrasikan localism, keberlanjutan, dan digitalisasi sebagai kerangka strategis untuk meningkatkan kinerja bisnis UMKM fashion secara berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Dr. Munawaroh menutup pidatonya dengan menyampaikan harapan bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu administrasi bisnis, khususnya di bidang pengelolaan dan pengembangan UMKM fashion di Indonesia, serta menjadi panduan bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan untuk menghadapi tantangan global dan memperkuat ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai informasi sidang ini diketuai Prof. Bernardus Yuliarto Nugroho, MSM, Ph.D., dengan promotor Dr. Effy Z. Rusfian, M.Si., ko-Promotor Dr. Fibria Indriati Dwi Liestiawati, M.Si. yang beranggotakan Dr. Miftah Farid, STp, M.Si., Prof. Dr. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., Dr. Pantius Drahen Soeling, M.Si., Dr. Eko Sakapurnama, MBA. dan dihadiri oleh Menteri Kementerian Perdagangan Dr. Budi Santoso, Wakil Menteri Kemendagri Dr. Bima Arya Sugiarto, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Bapak Eko S.A. Cahyanto, dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.



