Depok, 2 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan Workshop on Research Collaboration bersama Dr. Kris Hartley dari Arizona State University di Ruangan Smartclass FIA UI. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Academic Agenda of Dr. Kris Hartley yang bertujuan memperkuat kolaborasi riset internasional serta memperkaya diskusi mengenai isu keberlanjutan, transformasi digital, dan tata kelola publik.
Dalam pemaparannya, Dr. Hartley membahas perkembangan riset keberlanjutan di tingkat global, termasuk pentingnya kolaborasi lintas institusi dan lintas negara dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, kemitraan akademik internasional memiliki peran strategis dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembuat kebijakan.
Salah satu topik yang menjadi sorotan adalah perkembangan UI GreenMetric sebagai instrumen pemeringkatan keberlanjutan perguruan tinggi yang telah berkembang pesat sejak diluncurkan pada tahun 2010. Dari 95 universitas pada pelaksanaan perdana, UI GreenMetric kini melibatkan lebih dari seribu universitas dari berbagai negara dan menjadi salah satu referensi global dalam mengukur komitmen institusi pendidikan tinggi terhadap keberlanjutan. Diskusi juga membahas peluang pengembangan model serupa untuk mendukung pengukuran keberlanjutan di tingkat kota dan pemerintah daerah.
Selain itu, peserta memperoleh pemaparan mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam mendukung proses pemeringkatan keberlanjutan. Pendekatan ini memungkinkan pengumpulan dan pengolahan data publik secara lebih efisien sehingga dapat membantu pemerintah daerah dalam menyediakan informasi yang diperlukan untuk proses evaluasi keberlanjutan.
Workshop juga mengangkat konsep ekonomi sirkular sebagai salah satu pendekatan penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dr. Hartley menjelaskan bahwa ekonomi sirkular tidak hanya berfokus pada aktivitas daur ulang, tetapi juga mencakup upaya mendesain ulang produk, proses produksi, dan model bisnis agar penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien serta mampu meminimalkan limbah.
Melalui sejumlah studi yang dilakukan di Singapura dan Hong Kong, ia menunjukkan bahwa implementasi ekonomi sirkular dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari rantai pasok, dukungan organisasi, aspek ekonomi, hingga pemanfaatan teknologi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan ekonomi sirkular memerlukan dukungan ekosistem yang kuat, baik dari sektor pemerintah, industri, maupun masyarakat.
Dalam sesi diskusi, peserta juga membahas tantangan transformasi digital di Indonesia, termasuk kesiapan masyarakat dan infrastruktur dalam mendukung pengembangan layanan berbasis teknologi. Kesenjangan geografis dan tingkat literasi digital masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar berbagai inisiatif digitalisasi dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, FIA UI terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kolaborasi akademik internasional serta pengembangan riset yang berkontribusi pada penyelesaian berbagai tantangan tata kelola dan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran akademisi global seperti Dr. Kris Hartley diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus memperkaya perspektif sivitas akademika FIA UI dalam menghadapi isu-isu publik yang semakin kompleks di tingkat global.



