Depok, 13 Juli 2026 — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor atas nama Rahman Putra dengan disertasi berjudul “Desain Kebijakan Fiskal atas Windfall Profits Sektor Batu Bara di Indonesia Berbasis Simulasi Monte Carlo.” Sidang berlangsung di Auditorium EDISI 2020, lantai 4 Gedung M FIA UI.

Penelitian ini berangkat dari fenomena melonjaknya keuntungan perusahaan batu bara Indonesia — atau dikenal dengan istilah windfall profits (keuntungan tak terduga akibat kenaikan harga) — menyusul kenaikan harga batu bara dunia pada 2022. Meski memberi untung besar bagi industri, aturan pajak dan royalti yang berlaku dinilai belum bisa mengambil bagian yang wajar dari keuntungan berlebih itu, sehingga manfaatnya bagi penerimaan negara dan kesejahteraan masyarakat belum maksimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya kebijakan fiskal yang lebih adaptif, adil, dan responsif terhadap naik-turunnya harga komoditas.

Penelitian ini menguji berbagai pilihan instrumen pajak/royalti untuk mengelola keuntungan tak terduga di sektor batu bara, dengan menggabungkan dua pendekatan: analisis angka memakai simulasi Monte Carlo (metode simulasi berbasis probabilitas untuk memprediksi berbagai skenario harga di masa depan), serta analisis kualitatif lewat kajian literatur dan wawancara mendalam dengan pemerintah, DPR, dan pelaku industri tambang.

Hasil penelitian menunjukkan setiap instrumen fiskal punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Windfall Profits Tax (pajak atas keuntungan tak terduga) efektif menyerap kelebihan untung saat harga melonjak, tapi kurang stabil saat harga turun. Sebaliknya, Sliding Scale Royalty (royalti bertingkat mengikuti harga) lebih stabil menjaga penerimaan negara di berbagai kondisi pasar, meski daya serapnya terhadap untung besar relatif lebih rendah. Sementara itu, Resource Rent Tax dan Brown Tax (dua jenis pajak atas rente sumber daya alam) unggul secara efisiensi ekonomi, tapi lebih sulit diterapkan dan diawasi.

Sebagai kontribusi akademiknya, disertasi ini mengembangkan model kebijakan fiskal hibrida dua lapis (two-tier hybrid fiscal system) — yaitu menggabungkan Sliding Scale Royalty sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas penerimaan negara, dengan Windfall Profits Tax sebagai instrumen tambahan yang baru aktif ketika harga batu bara melewati batas tertentu. Model ini diharapkan membuat sistem fiskal lebih responsif terhadap perubahan pasar, sekaligus menjaga keseimbangan kepentingan negara dan dunia usaha.

Dari hasil penelitiannya, disertasi ini merekomendasikan penyempurnaan kebijakan fiskal batu bara lewat: sistem royalti yang lebih menyesuaikan perubahan harga, pajak atas keuntungan tak terduga yang diberlakukan secara bersyarat, penguatan distribusi penerimaan ke daerah penghasil lewat skema Dana Bagi Hasil (DBH), serta aturan transisi yang memberi kepastian hukum bagi kontrak tambang yang sudah berjalan.

Melalui disertasi ini, Rahman Putra memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu administrasi publik, khususnya dalam bidang kebijakan fiskal, administrasi perpajakan, dan tata kelola sumber daya alam. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah dalam merancang kebijakan fiskal pertambangan yang lebih adil, berkelanjutan, dan optimal dalam mengoptimalkan penerimaan negara dari sumber daya alam.

Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Ir. Bernardus Yuliarto Nugroho, MSM., Ph.D. selaku Ketua Sidang. Tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si. sebagai Promotor dan Dr. Prianto Budi Saptono, MBA. sebagai Ko-Promotor. Adapun anggota tim penguji adalah Dr. Novianita Rulandari, M.Si., Dr. Dian Wahyudin, M.Si., Prof. Dr. Milla Sepliana Setyowati, M.Ak., dan Dr. Inayati, M.Si.

Leave a Comment