Depok, 4 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan Workshop on Journal Management sebagai bagian dari rangkaian kegiatan akademik bersama Dr. Kris Hartley dari Arizona State University. Kegiatan ini menjadi forum diskusi bagi pengelola jurnal, dosen, dan peneliti untuk membahas tantangan serta strategi pengembangan jurnal administrasi publik agar semakin berdaya saing di tingkat internasional.

Dalam workshop tersebut, peserta mendiskusikan pentingnya membangun identitas jurnal yang kuat dan relevan di tengah lanskap publikasi akademik global yang semakin kompetitif. Salah satu isu yang mengemuka adalah perlunya jurnal administrasi publik menghadirkan perspektif yang lebih beragam, khususnya dari negara-negara non-Barat, guna memperkaya diskursus keilmuan yang selama ini masih banyak didominasi oleh perspektif Barat.

Diskusi menyoroti bahwa jurnal administrasi publik perlu menemukan keseimbangan antara cakupan yang luas dan fokus yang spesifik agar mampu membangun kredibilitas sekaligus memperoleh pengakuan global. Penguatan identitas keilmuan melalui fokus pada paradigma administrasi publik non-Barat dinilai dapat menjadi salah satu strategi untuk menghasilkan kontribusi akademik yang lebih mendalam dan relevan dengan dinamika global.

Selain itu, workshop membahas tantangan yang dihadapi dunia publikasi ilmiah, termasuk dinamika hubungan antara negara maju dan berkembang dalam produksi pengetahuan, praktik gatekeeping dalam publikasi internasional, serta tekanan terhadap akademisi untuk memenuhi berbagai indikator kinerja seperti indeksasi dan sitasi. Dalam konteks tersebut, pengelola jurnal dituntut untuk tetap menjaga integritas akademik sembari meningkatkan kualitas dan visibilitas publikasi.

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) juga menjadi salah satu topik utama dalam diskusi. Meningkatnya pemanfaatan AI dalam proses penelitian dan penulisan ilmiah dinilai membawa peluang sekaligus tantangan bagi pengelola jurnal. Di satu sisi, AI dapat membantu proses kajian literatur dan mempercepat pengembangan naskah akademik. Namun di sisi lain, meningkatnya volume manuskrip yang dihasilkan menuntut editor untuk memperkuat proses seleksi dan penjaminan mutu publikasi.

Lebih lanjut, peserta membahas pentingnya menghasilkan artikel yang mampu terhubung dengan perdebatan teoretis yang lebih luas serta menawarkan kebaruan metodologis. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan dampak akademik, memperluas jangkauan pembaca, dan memperkuat posisi jurnal dalam ekosistem publikasi internasional.

Workshop juga mengidentifikasi sejumlah bidang yang berpotensi menjadi fokus pengembangan jurnal di masa mendatang, seperti tata kelola digital, keberlanjutan, dan pemanfaatan AI dalam administrasi publik. Pengembangan edisi khusus melalui kolaborasi dengan akademisi dan peneliti internasional dipandang sebagai salah satu strategi untuk memperkuat identitas jurnal sekaligus meningkatkan visibilitas global.

Melalui Workshop on Journal Management, FIA UI terus mendorong penguatan kualitas publikasi ilmiah dan pengembangan ekosistem riset yang kompetitif. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya perspektif pengelolaan jurnal, memperluas jejaring akademik internasional, serta meningkatkan kontribusi FIA UI dalam pengembangan ilmu administrasi publik di tingkat nasional maupun global.