Depok, 5 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) bekerja sama dengan UI GreenMetric menyelenggarakan Workshop on Sustainability yang membahas berbagai isu strategis terkait keberlanjutan, mulai dari pemeringkatan kampus berkelanjutan, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), hingga pengembangan ekonomi sirkular. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi akademisi dan peneliti untuk mengeksplorasi berbagai inovasi yang dapat mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun global.
Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai perkembangan UI GreenMetric sebagai salah satu instrumen pemeringkatan keberlanjutan perguruan tinggi yang telah diakui secara internasional. Sejak diluncurkan pada tahun 2010 dengan partisipasi 95 universitas, UI GreenMetric terus berkembang hingga melibatkan 1.183 universitas dari 105 negara pada tahun 2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian institusi pendidikan tinggi terhadap isu keberlanjutan sekaligus memperkuat posisi UI GreenMetric sebagai salah satu jejaring global dalam mendorong praktik kampus berkelanjutan.
Diskusi juga menyoroti pengembangan metodologi pemeringkatan keberlanjutan berbasis AI yang tengah dikembangkan untuk mendukung penilaian kota dan pemerintah daerah. Melalui pemanfaatan AI, proses pengumpulan data dapat dilakukan secara lebih efisien melalui pengolahan informasi yang tersedia secara publik. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam menyusun data keberlanjutan sekaligus meningkatkan kualitas evaluasi dan pengambilan keputusan berbasis bukti.
Selain membahas pemeringkatan keberlanjutan, workshop mengangkat ekonomi sirkular sebagai salah satu pendekatan penting dalam menjawab tantangan lingkungan global. Berbeda dengan model ekonomi linear yang berorientasi pada pola “ambil, buat, dan buang”, ekonomi sirkular menekankan penggunaan sumber daya secara lebih efisien melalui pemanfaatan kembali material, pengurangan limbah, serta pengembangan desain produk dan model bisnis yang berkelanjutan.
Berbagai temuan riset mengenai implementasi ekonomi sirkular di Singapura dan Hong Kong turut dipaparkan dalam kegiatan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor rantai pasok, dukungan organisasi, aspek ekonomi, serta pemanfaatan teknologi menjadi pendorong penting dalam penerapan ekonomi sirkular di sektor manufaktur. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan transformasi menuju ekonomi sirkular memerlukan dukungan kebijakan, inovasi teknologi, dan perubahan budaya organisasi secara bersamaan.
Meski demikian, tantangan menuju keberlanjutan masih cukup besar. Tingkat circularity global yang masih rendah menunjukkan perlunya upaya lebih sistematis untuk mengubah pola produksi dan konsumsi yang belum berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk mempercepat transisi menuju model pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
Workshop juga membahas tantangan digitalisasi di Indonesia, khususnya terkait kesiapan masyarakat dan ketersediaan infrastruktur pendukung. Kesenjangan geografis maupun tingkat literasi digital masih menjadi hambatan dalam implementasi berbagai inisiatif transformasi digital, termasuk pengembangan smart city. Oleh karena itu, upaya digitalisasi perlu dibarengi dengan peningkatan kapasitas masyarakat agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara lebih merata.
Melalui penyelenggaraan Workshop on Sustainability, FIA UI dan UI GreenMetric menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi internasional untuk mendukung agenda keberlanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan sekaligus menghasilkan gagasan dan solusi yang berkontribusi terhadap pembangunan yang lebih berkelanjutan di masa depan.



