Sigi, Sulawesi Tengah, 24 Oktober 2025 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) kembali memperlihatkan kiprah akademiknya dalam mengembangkan inovasi kelembagaan untuk pembangunan daerah. Melalui kegiatan Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia, tim riset yang dipimpin oleh Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc, Guru Besar FIA UI, memperkenalkan model teoritis baru bernama Integrated Institutional Economic Development Model (IIEDM).
Model IIEDM dikembangkan sebagai hasil riset kolaboratif di Kawasan Transmigrasi Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dengan tujuan merancang kerangka kelembagaan ekonomi yang mampu memperkuat perekonomian lokal secara berkelanjutan. Inovasi ini menjadi wujud nyata kontribusi FIA UI dalam menghadirkan ilmu administrasi yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga aplikatif di lapangan.
“Kami ingin membangun model yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga aplikatif di lapangan. IIEDM ini menawarkan pendekatan multi-disiplin untuk memahami dan memperkuat tata kelola ekonomi daerah berbasis kolaborasi kelembagaan,” jelas Prof. Teguh.

Secara konseptual, NIE menjadi fondasi utama yang menekankan pentingnya institusi formal maupun informal sebagai “aturan main” yang mengatur perilaku ekonomi masyarakat, dengan tujuan mengurangi ketidakpastian dan biaya transaksi. Lapisan berikutnya, Social Capital, menyoroti pentingnya jaringan sosial, kepercayaan, dan norma bersama yang memungkinkan terbangunnya kolaborasi lintas aktor.
ERD memperkuat model ini dengan menekankan pembangunan berbasis potensi lokal dan partisipasi masyarakat sebagai motor utama pertumbuhan wilayah, sedangkan LED menempatkan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi kawasan.
Keempat teori ini kemudian diintegrasikan dalam struktur berlapis sebagaimana digambarkan dalam piramida IIEDM (Kurniawan et al., 2025). Lapisan dasar berfokus pada NIE yang dikoordinasikan oleh Yohani Ebiantari (FIA UI) untuk menguatkan aspek politik, regulasi, dan tata kelola kelembagaan. Lapisan sosial diisi oleh Ega Wahyudi (FMIPA UI) bersama Yohani melalui penguatan modal sosial (SC) dengan sembilan indikator partisipasi dan kepercayaan.
Pada tingkat pembangunan wilayah, Raynilda Siringoringo (FT UI) dan Ega Wahyudi memimpin dimensi ERD, yang mencakup aspek infrastruktur, ekonomi pertanian, dan lingkungan. Sedangkan di puncak piramida, Imam Fajri (FASILKOM UI) memimpin dimensi LED, dengan fokus pada pengembangan teknologi dan ekonomi makro sebagai penggerak inovasi dan daya saing daerah.
“Pendekatan IIEDM menekankan kesinambungan antara tata kelola kelembagaan, kekuatan sosial, potensi lokal, serta inovasi teknologi. Ini adalah model kolaboratif yang bisa diterapkan tidak hanya di kawasan transmigrasi, tetapi juga di wilayah pedesaan lain di Indonesia,” tambah Prof. Teguh Kurniawan, sebagai ketua tim.
Melalui penerapan model IIEDM, tim Patriot UI berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam merancang kebijakan pembangunan daerah yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat integrasi antara ilmu pengetahuan dan praktik pembangunan di lapangan.
Untuk mengetahui lebih banyak tentang kegiatan dan temuan riset Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia, ikuti perkembangan selanjutnya melalui media sosial tim : @palolo_ui
#ekspedisipatriot #transpatriot #patriotberkaryabangsaberjayamerdeka #ekspedisipatriotui #membangunbangsa #sigi #palolo
Universitas Indonesia – Inovasi, Kolaborasi, dan Pengabdian untuk Negeri.



