Depok, 4 Juli 2026 – Dalam upaya memperluas jejaring akademik internasional, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) telah menyelenggarakan Short Course on Environmental and Disaster Governance 2026 pada 22 Juni–5 Juli 2026. Program ini mempertemukan 33 peserta dari delapan perguruan tinggi di enam negara dalam pembelajaran kolaboratif mengenai tata kelola lingkungan dan kebencanaan yang memadukan diskusi akademik, praktik lapangan, dan pertukaran budaya.

Program ini diikuti oleh peserta dari Universitas Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Cornell University (Amerika Serikat), National University of Singapore (NUS), Singapore Management University (SMU), Jiangxi University of Finance and Economics (Tiongkok), serta De La Salle–College of Saint Benilde (Filipina). Keberagaman latar belakang peserta menciptakan ruang pembelajaran lintas budaya sekaligus memperkaya perspektif mengenai tata kelola lingkungan dan kebencanaan dalam konteks global.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembelajaran daring pada 22–24 Juni 2026 yang membahas konsep dasar environmental and disaster governance, dinamika tata kelola lingkungan di berbagai negara, aktor-aktor strategis dalam pengelolaan lingkungan dan kebencanaan, hingga penggunaan berbagai perangkat analisis kebijakan, seperti problem tree, objective tree, dan penyusunan policy brief. Materi disampaikan oleh akademisi FIA UI bersama pakar internasional dan praktisi dari berbagai institusi, di antaranya Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc., Dr. Kris Hartley dari Arizona State University, Dr. Nidaan Khafian, Mizan Bustanul Fuady Bisri, Ph.D. dari Kobe University, Danang Insita Putra, Ph.D. dari Kementerian Dalam Negeri, serta Krisna Puji Rahmayanti, Ph.D.

Memasuki sesi luring pada 29 Juni–4 Juli 2026, peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik di Kampus FIA UI, termasuk kuliah umum mengenai kebijakan publik bersama Prof. Dr. Eko Prasojo, mag.rer.publ., serta diskusi mengenai politik lingkungan dan dinamika kolaborasi dalam penanggulangan bencana. Selain itu, peserta memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui kunjungan kelembagaan ke IndoRelawan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Melalui kegiatan tersebut, peserta mempelajari implementasi tata kelola kebencanaan di Indonesia, mekanisme koordinasi antarlembaga, sistem pemantauan bencana nasional, hingga praktik kolaborasi multipihak dalam pembangunan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari pengalaman belajar yang komprehensif, FIA UI juga mengajak peserta mengenal sejarah dan keberagaman budaya Indonesia melalui kunjungan ke Museum Nasional Indonesia, Monumen Nasional (Monas), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Museum Batik Indonesia, serta Kampoeng Wisata Cinangneng di Bogor. Rangkaian kegiatan budaya ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami nilai-nilai sosial, keberagaman budaya, serta praktik pemberdayaan masyarakat yang menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan komunitas.

Selama program berlangsung, peserta secara berkelompok menyusun policy brief berdasarkan studi kasus nyata mengenai isu lingkungan maupun kebencanaan. Hasil analisis yang mencakup pemetaan pemangku kepentingan, identifikasi akar permasalahan, perumusan tujuan, hingga rekomendasi kebijakan dipresentasikan pada sesi penutupan sebagai bentuk implementasi pembelajaran yang telah diperoleh selama program.

Melalui penyelenggaraan Short Course on Environmental and Disaster Governance 2026, FIA UI kembali memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong kolaborasi akademik internasional. Program ini tidak hanya menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama global serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif dalam menjawab tantangan tata kelola lingkungan dan kebencanaan yang semakin kompleks.

Leave a Comment