Depok, 23 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan workshop bertajuk “Sport as a Force for Good: Social Innovation and Sustainability in the Sport Industry” menghadirkan Dr. Bryan Weisheng Chiu dari Hong Kong Metropolitan University sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung di Smartclass Room, Gedung M FIA UI ini membahas peran olahraga sebagai instrumen inovasi sosial dan pembangunan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global.

Dalam pemaparannya, Dr. Bryan menjelaskan bahwa olahraga memiliki posisi unik sebagai sarana untuk menciptakan perubahan sosial karena mampu menjangkau masyarakat dalam skala luas, membangun keterikatan emosional, serta menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, atlet dan organisasi olahraga juga memiliki pengaruh besar dalam membentuk nilai serta perilaku positif di masyarakat.

Lebih lanjut, Dr. Bryan menyoroti pengakuan global terhadap olahraga sebagai salah satu instrumen pendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Mengacu pada Kazan Action Plan UNESCO, olahraga dinilai berkontribusi pada berbagai agenda pembangunan, mulai dari peningkatan kesehatan masyarakat, pendidikan, kesetaraan gender, dan inklusi sosial, hingga aksi perubahan iklim serta penguatan kemitraan lintas sektor.

Pada sesi berikutnya, peserta diajak memahami berbagai inovasi yang diterapkan dalam industri olahraga untuk mendukung keberlanjutan. Salah satu contoh yang dibahas adalah inisiatif UN Sports for Climate Action yang mendorong organisasi olahraga untuk mengurangi emisi karbon dan menerapkan praktik ramah lingkungan. Implementasi tersebut antara lain melalui pembangunan stadion rendah karbon, penggunaan energi terbarukan, pemanfaatan perlengkapan olahraga berbasis ekonomi sirkular, serta penyelenggaraan event olahraga yang meminimalkan limbah dan mendorong penggunaan transportasi publik.

Selain aspek lingkungan, workshop juga membahas kontribusi olahraga dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan memperkuat inklusi sosial. Dr. Bryan menekankan bahwa olahraga dapat menjadi solusi terhadap rendahnya tingkat aktivitas fisik masyarakat yang berdampak pada berbagai persoalan kesehatan. Berbagai inovasi seperti pengembangan ruang publik yang mendukung aktivitas fisik, pemanfaatan aplikasi digital dan perangkat wearable, penyelenggaraan program olahraga di sekolah maupun komunitas, serta penyediaan fasilitas yang inklusif bagi kelompok rentan menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat yang lebih sehat dan setara.

Sebagai penutup, Dr. Bryan memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Let’s Run Green!” pada peserta Kinmen Marathon di Taiwan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan peserta berpengaruh terhadap persepsi mereka terhadap kualitas penyelenggaraan event olahraga yang berkelanjutan. Semakin baik praktik ramah lingkungan yang diterapkan, semakin besar pula dukungan peserta terhadap penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang.

Berdasarkan temuan tersebut, Dr. Bryan merekomendasikan pentingnya edukasi keberlanjutan kepada peserta, penerapan praktik ramah lingkungan secara nyata selama penyelenggaraan acara, pelibatan peserta dalam proses evaluasi, serta komunikasi yang konsisten mengenai nilai-nilai keberlanjutan agar menjadi bagian dari pengalaman peserta.

Melalui workshop ini, FIA UI terus mendorong pengembangan kajian administrasi publik yang responsif terhadap isu keberlanjutan dan inovasi sosial. Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai bagaimana olahraga dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai aktivitas fisik dan hiburan, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk menciptakan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.