Shenzhen, Tiongkok, 27 Maret 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menegaskan peran strategisnya dalam memperkuat konektivitas investasi antara Indonesia dan Tiongkok melalui partisipasi aktif dalam China-Indonesia Investment Promotion and Legal Cooperation Exchange Conference.
Delegasi Universitas Indonesia dipimpin oleh Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, bersama jajaran pimpinan universitas dan fakultas, termasuk delegasi lengkap dari FIA UI yang dipimpin oleh Dekan FIA UI, Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti, M.Si.
Dalam forum tersebut, Dekan FIA UI menyampaikan keynote remarks bertajuk “Building the Right Platform for Chinese Investment in Indonesia” yang menekankan pentingnya membangun jembatan institusional yang kuat guna mendukung investasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Dekan FIA UI menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya membutuhkan peningkatan jumlah investasi, tetapi juga investasi yang lebih terhubung secara kelembagaan. Menurutnya, keberhasilan investasi di Indonesia tidak semata ditentukan oleh modal, melainkan juga oleh pemahaman terhadap kebijakan publik, mekanisme institusi, serta proses pengambilan keputusan.
Sebagai kontribusi konkret, FIA UI mendorong tiga inisiatif strategis. Pertama, membangun kanal kolaborasi antara perusahaan Tiongkok dengan riset kebijakan dan koordinasi pemerintah di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara peluang bisnis dan pemahaman regulasi.
Kedua, FIA UI akan mengembangkan Executive Development Program (EDP) yang ditujukan bagi investor, eksekutif, dan pemimpin bisnis untuk memperdalam pemahaman mengenai konteks Indonesia, termasuk aspek kebijakan publik, navigasi regulasi, tata kelola perusahaan, serta koordinasi sektor publik dan swasta.
Ketiga, FIA UI juga membuka peluang kerja sama internasional dengan berbagai institusi global, seperti universitas di Hong Kong dan Shenzhen, untuk mengembangkan program pelatihan eksekutif jangka pendek yang berorientasi pada kesiapan institusional bagi investor asing.
Selain itu, FIA UI menekankan pentingnya membangun komunitas terpercaya bagi para pelaku usaha yang berinvestasi di Indonesia. Hal ini dinilai krusial mengingat keberhasilan investasi tidak hanya bergantung pada transaksi, tetapi juga pada relasi, kepercayaan, dan koordinasi antar pemangku kepentingan.
Forum ini juga membahas berbagai isu strategis, mulai dari lingkungan investasi di Indonesia, kerja sama hukum, koordinasi institusional, hingga peluang kolaborasi di sektor infrastruktur, energi hijau, manufaktur, dan ekonomi digital.
Partisipasi FIA UI dalam forum ini memperkuat komitmen fakultas dalam mendorong tata kelola kebijakan publik yang adaptif dan kolaboratif di tingkat global. Melalui pendekatan berbasis ilmu administrasi, FIA UI berupaya menjembatani kepentingan antara dunia usaha dan pemerintah, sekaligus memastikan bahwa investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga selaras dengan prinsip tata kelola yang baik.
Keterlibatan aktif ini sekaligus melengkapi rangkaian kunjungan strategis Universitas Indonesia di Shenzhen, termasuk penandatanganan MoU dengan Shenzhen University of Advanced Technology serta penjajakan kerja sama dengan Shenzhen University dan benchmarking pengembangan kawasan berkelanjutan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Universitas Indonesia, khususnya FIA UI terus mempertegas perannya sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem investasi yang inklusif, terkoordinasi, dan berkelanjutan di tingkat global.
Sumber Foto: Nanyang Center for International Legal Governance (NCILG)



