Risk Governance Centre (RGC) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) telah menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Kompetensi SDM Tenaga Penjaminan Kredit sekaligus Persiapan Ujian Sertifikasi Profesi pada 21–22 Agustus 2025.
Sebanyak 28 peserta dari PT Jamkrida Jawa Barat mengikuti pembekalan intensif selama dua hari yang diberikan oleh para pakar dan praktisi industri penjaminan.
Materi pelatihan yang disampaikan mencakup strategi penguatan industri, akuntansi dan tata kelola, manajemen risiko, portofolio penjamin, pengembangan SDM, serta aspek hukum dan klaim penjaminan.
Setiap peserta menerima Buku Materi Unit Kompetensi Industri Penjaminan Kredit yang lengkap sebagai panduan praktis untuk persiapan ujian sekaligus penerapan keahlian di lapangan.
Pelatihan ini diakhiri dengan post-test yang menunjukkan bahwa seluruh peserta dinyatakan kompeten sesuai standar SKKNI Kepmenaker No. 231 Tahun 2020, sebuah pencapaian yang mencerminkan kualitas pelatihan serta komitmen peserta dalam menguasai bidang penjaminan kredit.
Kepala RGC FIA UI, Drs. Asrori, MA, FLMI, AIAA, ACS, menekankan bahwa penguatan SDM penjaminan memiliki peran penting dalam mendukung tercapainya inklusi keuangan nasional.
“Industri penjaminan membutuhkan tenaga profesional yang berintegritas, kompeten, dan tersertifikasi. Dengan kompetensi yang kuat, SDM penjaminan dapat memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM dan koperasi agar lebih bankable,” jelasnya.
Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen FIA UI bersama RGC untuk terus mencetak SDM unggul, memperkuat tata kelola, serta menciptakan ekosistem industri penjaminan nasional yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Berikutnya, Drs. Asrori menyampaikan bahwa penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang penjaminan kredit menjadi instrumen strategis dalam menciptakan ekosistem industri yang sehat dan terpercaya.
Beliau menilai bahwa standar kompetensi ini bukan hanya menjamin kualitas setiap individu tenaga penjaminan, tetapi juga menjadi landasan utama bagi lembaga penjaminan untuk menjaga kredibilitas, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kepercayaan publik.
“Dengan adanya SKKNI, kita memiliki tolok ukur yang jelas sehingga setiap tenaga penjaminan memiliki kapasitas yang setara, profesional, dan dapat diandalkan,” tegasnya.
Drs. Asrori menekankan bahwa FIA UI melalui Risk Governance Centre tetap berkomitmen mendukung pemerintah dan pelaku industri dalam memperkuat SDM penjaminan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan program pelatihan berkesinambungan, kegiatan riset, serta pengembangan modul pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri.
Dalam penutupannya, Drs. Asrori berharap para peserta tidak hanya berhenti pada kelulusan sertifikasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mendorong industri penjaminan menjadi semakin inklusif, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi digital.
Sebagai informasi, narasumber dalam pelatihan pengembangan kompetensi ini antara lain: Dr. Diding S. Anwar, FMII (Strategi Penguatan Industri Penjaminan Indonesia); Dr. Tafsir Nurchamid, M.Si., Akt (Akuntansi Manajerial dan Tata Kelola); Dody Novarianto, SE (Mengembangkan Produk Penjaminan); Drs. Sugeng, MM (Mengelola Risiko Perusahaan Penjaminan); Wakhyu Hidayattulloh, SE (Mengelola Portofolio Penjaminan); Herbet Salomo, S.E., QRMP., ERMCP. (Pengembangan SDM Perusahaan Penjaminan); Rakhmanto Satrio Wilaksmo, SE., MM., AAAIK., ICBU., CRGP., ANZIIP (Assoc) (Proses dan Mekanisme Penjaminan Ulang); Desty Pongsikabe, ST., M.Si., CRGP., CRBC (Mengelola Pemasaran Produk Penjaminan); Jimmi Setya Budi, S.T., M.M., CRMP., CRGP. (Mengelola Klaim dan Subrogasi); serta Dr. H. Try Widiyono, SH., MH., Sp.N., C.Med (Mengelola Aspek Hukum Penjaminan).
Sumber:
RGC FIA UI Gelar Pelatihan Tingkatkan Kapabilitas dan Kompetensi SDM Industri Penjaminan Kredit



