Hong Kong, 24 Maret 2026 – Dalam rangka memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi serta meningkatkan kualitas akademik dan riset, Universitas Indonesia (UI) melakukan kunjungan penjajakan kerja sama ke The University of Hong Kong (HKU). Pertemuan yang berlangsung di kampus HKU ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi strategis antara kedua institusi, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Kunjungan ini dipimpin oleh Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, bersama jajaran pimpinan universitas dan fakultas. Turut hadir Prof. Dr. Hamdi Muluk (Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI), Fadhilah Muslim, Ph.D. (Direktur Internasionalisasi Pendidikan UI), Vishnu Juwono, Ph.D. (Direktur UI GreenMetric), Dr. Untung Yuwono (Dekan FIB UI), Prof. Yon Machmudi (Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI), serta Dr. Brian Amy Prasetyo, M.H. (Wakil Dekan FH UI).
Dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA UI), delegasi diperkuat oleh Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti, M.Si. (Dekan FIA UI), Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc. (Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan), Prof. Dr. Milla Sepliana Setyowati, M.Ak. (Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum), Dr. Eko Sakapurnama, MBA, CHRM (Ketua Program Pascasarjana), serta Tyas Wida Handoko, S.I.A., M.Sc. (Koordinator Pengembangan Program Pascasarjana).
Delegasi UI disambut oleh pimpinan HKU, di antaranya Professor Richard Wong (Provost and Deputy Vice-Chancellor), Dr. Paul Lee (Acting Director of Communication and Public Affairs), Prof. Shahla Ali (Associate Dean, International Affairs), Prof. Sida Liu (Associate Dean, Taught Postgraduate Programmes Development), Prof. Trevor Wan (Assistant Professor), serta Agnes Ip (Faculty Secretary).
Dalam forum diskusi, Rektor UI memaparkan peta jalan (roadmap) kolaborasi yang berfokus pada implementasi konkret. Pada tahap awal, kerja sama diarahkan pada pelaksanaan joint research berbasis inisiatif dosen serta joint supervision bagi mahasiswa pascasarjana. Pada tahap menengah, UI membuka peluang bagi akademisi HKU untuk menjadi visiting professor di kelas internasional. Sementara dalam jangka panjang, kedua institusi menjajaki pembentukan program double degree yang diawali dengan proses penjajakan program studi dan pemetaan kurikulum.
Selain itu, UI juga menawarkan program non-degree berupa kursus Bahasa dan Budaya Indonesia bagi ekspatriat, khususnya tenaga kerja asal Tiongkok yang jumlahnya terus meningkat di Indonesia, sebagai bentuk respons terhadap dinamika global ketenagakerjaan dan investasi.
Secara khusus, FIA UI turut mengambil peran aktif dalam penjajakan ini. Dekan FIA UI, Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti, M.Si., mengusulkan pengembangan program double degree untuk program Master of Governance and Policy. Selain itu, FIA UI juga mendorong kolaborasi melalui program field trip mahasiswa HKU ke Indonesia guna memberikan pengalaman langsung dalam mempelajari praktik tata kelola kebijakan publik.
Menanggapi berbagai inisiatif tersebut, pihak HKU menyambut positif peluang kerja sama yang ditawarkan. Meskipun saat ini program double degree HKU masih terfokus pada Faculty of Law dan pengembangan di School of Innovation lebih berorientasi pada bidang rekayasa, HKU tetap membuka ruang kolaborasi lintas disiplin, termasuk melalui program magang di industri serta pembelajaran berbasis proyek.
Lebih lanjut, HKU juga menyampaikan bahwa peluang pengembangan Joint PhD Program sangat terbuka, dengan penekanan pada pemenuhan standar kualifikasi akademik sebagai prasyarat utama. Hal ini sejalan dengan komitmen UI untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan kesiapan dalam membangun program kolaborasi internasional di tingkat magister dan doktoral.
Kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi awal yang kuat bagi Fakultas Ilmu Administrasi UI dan fakultas lainnya di lingkungan UI dalam mengakselerasi program internasionalisasi, memperluas jejaring akademik global, serta menghasilkan lulusan dan riset yang berdampak di tingkat internasional.



