Depok, 22 April 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2025, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) bekerja sama dengan Habibie Institute for Public Policy and Governance (HIPPG) menyelenggarakan seminar bertajuk “Urgensi Penyelamatan Bumi melalui Pembangunan Kota yang Sehat, Tangguh, dan Produktif.”

Seminar ini menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang keahlian, yaitu Dr. Rasio Ridho Sani, M.Com., MPM., Deputi Bidang Pengendalian Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ririn Radiawati Kusuma, Direktur Clean Air Asia Indonesia, serta Prof. Teguh Kurniawan, S.Sos., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FIA UI. Acara ini dimoderatori oleh Krisna Puji Rahmayanti, S.I.A., M.P.A., Asisten Profesor di Departemen Ilmu Administrasi Negara FIA UI.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman generasi muda, khususnya mahasiswa, mengenai pentingnya pembangunan kota yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan.

Dalam pemaparannya, Dr. Rasio menegaskan bahwa krisis lingkungan tidak hanya menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah, tetapi juga berdampak besar terhadap kelangsungan hidup masyarakat secara global.

“Seperti yang kita alami beberapa waktu lalu, perubahan iklim telah menyebabkan banjir besar di wilayah Jabodetabek yang berdampak luas secara sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif para pemangku kepentingan dalam menangani isu ini secara menyeluruh dan berkelanjutan, melalui tata kota, perencanaan wilayah, serta kebijakan publik yang tepat,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya disebabkan oleh bencana alam, melainkan juga diperburuk oleh konflik global, seperti perang antara Israel dan Palestina, serta konflik Rusia-Ukraina, yang turut berkontribusi terhadap pencemaran tanah dan udara.

Sementara itu, Prof. Teguh Kurniawan, M.Sc., dalam presentasinya menekankan peran kota dalam penyelamatan bumi, mengingat saat ini sebagian besar penduduk tinggal di wilayah perkotaan yang menyumbang sekitar 70% emisi gas rumah kaca.

“Kita perlu memperhatikan beberapa pilar utama untuk mewujudkan kota yang sehat, tangguh, dan produktif. Pilar-pilar tersebut mencakup ketahanan perkotaan, pembangunan berkelanjutan, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, keterlibatan komunitas, serta aspek kesehatan dan kesejahteraan,” jelas Prof. Teguh.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula penanaman pohon di Gedung Baru FIA UI sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dalam rangka memperingati Hari Bumi 2025.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa serta diikuti oleh Kepala Dean Office FIA UI, Dr. Umanto, M.Si., dan Dr. drg. Widya Leksmanawati Habibie, Direktur Eksekutif The Habibie Institute for Public Policy and Governance.