Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) bekerja sama dengan Rumah Sakit UI (RSUI) menyelenggarakan webinar “Mengenal Lebih Dekat Covid-19 Varian Delta” pada Rabu (7/7/21).

Adapun narasumber pada acara ini dr. Gatut Priyonugroho, Sp P., menyatakan bahwa perbedaan Covid-19 delta dari India dengan varian lainnya salah satunya pada tingkat penularan.

“Lebih mudah menularkan, virus Covid-19 ini kira-kira satu orang bisa menularkan empat orang, varian alpha dari UK itu satu orang menularkan enam orang, sedangkan varian delta satu orang dapat menularkan hingga delapan orang. Angka tersebut tidak saklek, tapi menggambarkan semudah itu varian covid yang baru menular,” ujarnya.

Dalam paparannya, beliau juga menjelaskan seseorang pernah terkena Covid-19 lalu divaksin maka antibodi naik, terkecuali untuk varian delta. “Ketika dia sudah kena varian delta, terus di vaksin, antibodinya naiknya namun tidak sebanyak varian yang lain,” jelas Gatut.

“Semakin tinggi pertukaran udara, penggunaan masker, besar volume ruangan, durasi, aktivitas orang yang Covid, maka semakin aman untuk tidak menular. Namun tidak ada yang bisa menjamin dengan pasti karena upaya tersebut hanya menurunkan risiko,” tambahnya saat menjelaskan risiko infeksi virus Covid-19.

Dirinya pun juga menyarankan, pembersihan lebih utama dari disinfeksi. “Jadi kalau tangan kita kotor, jangan di disinfeksi saja tapi tidak dibersihkan. Dibersihkan dulu dengan sabun paling aman karena dia merontokkan struktur virus yang hinggap pada tangan kita,” imbau Gatut.

Gatut juga meluruskan kesalahapaham banyak orang mengenai penyintas yang sudah sembuh dari Covid-19 akan lebih kebal terhadap virus tersebut. “Yang pernah kena Covid-19 bukan hanya berarti dia sudah menumbuhkan antibodi, tetapi itu juga tandanya dia terbukti rentan terkena Covid-19, karena virus itu cocok dengan tubuh sehingga mudah masuk. Maka kita juga cukup sering menemukan kasus orang yang terinfeksi virus Covid-19 untuk yang kedua kalinya,” ungkapnya.

Selain itu, dalam sambutan Dekan FIA UI, Prof. Chandra Wijaya menekankan bahwa dengan semakin banyaknya kasus positif di Indonesia maka mengetatkan protokol kesehatan menjadi sebuah keharusan. “Virus Covid-19 itu ada. Kalau belakangan kita mendengar dari berita banyak yang menderita Covid-19, sekarang kita mendengar dari WA Group kita, saudara kita, keluarga kita yang kita sayangi terjangkit Covid. Saya berharap dengan webinar ini kita jadi semakin paham tentang Covid-19 dan bagaimana cara mencegah maupun menghadapinya,” ujar Prof. Chandra.

Diketahui, turut hadir Duta Besar RI untuk Ekuador Diennaryati Tjokrosuprihatono pada acara yang dihadiri secara virtual sekitar 800 peserta ini.

Link webinar: https://youtu.be/LO6He05zRXE

Download Paparan: https://files.ui.ac.id/f/e3bd263dac/

Leave a Comment