Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat bahwa hanya 10,2 persen penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang berhasil menamatkan pendidikan tinggi. Angka ini menunjukkan masih terbatasnya akses dan motivasi masyarakat untuk melanjutkan studi, baik karena kendala ekonomi maupun minimnya informasi dan dorongan lingkungan.

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menumbuhkan kesadaran dan motivasi pendidikan di kalangan siswa, terutama di sekolah swasta di daerah.

Menjawab tantangan ini, tim dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Menanamkan Motivasi Melanjutkan Pendidikan Tinggi bagi Siswa-Siswi SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto” pada Senin, 13 Oktober 2025.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat siswa kelas XII untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) No. 4 tentang Quality Education dan No. 10 tentang Reduced Inequalities.

Program pengabdian ini diketuai oleh Ismail Khozen, dengan anggota tim dosen FIA UI yaitu Milla Sepliana Setyowati, Prianto Budi Saptono, Arfah Habib Saragih, Adang Hendrawan, dan Wulandari Kartika Sari. Turut hadir pula pemateri tamu Mohammad Wangsit Supriyadi, Adiwarman, dan Donny Oktavian Syah, yang berbagi inspirasi dan pengalaman mengenai pentingnya pendidikan tinggi bagi pembangunan bangsa.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 180 siswa kelas XII dari lima kelas yang antusias mengikuti sesi interaktif. Para dosen FIA UI berbagi pengalaman seputar dunia perkuliahan, peluang beasiswa, serta pentingnya membangun growth mindset di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi generasi muda.

Menariknya, dari hasil interaksi di kelas, diketahui bahwa sebagian siswa belum memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, terutama karena alasan ekonomi dan keinginan untuk langsung bekerja setelah lulus. Melalui sesi motivasi dan diskusi reflektif, para dosen berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan tinggi merupakan sarana untuk memperluas kesempatan, baik dalam karier maupun kontribusi sosial.

Hasil survei pascakegiatan menunjukkan peningkatan motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi, dengan rata-rata nilai motivasi mencapai 8,4 dari skala 10. Temuan ini mengindikasikan adanya perubahan positif terhadap pandangan siswa mengenai pentingnya pendidikan tinggi.

“Saya pikir sudah saatnya kualitas pendidikan kita diukur dari seberapa kuat semangat siswa untuk terus belajar dan berkontribusi bagi bangsa. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan siswa bahwa kuliah adalah kesempatan yang bisa diraih siapa pun,” tutur Ismail Khozen, dosen FIA UI sekaligus Ketua Tim Pengabdian Masyarakat tersebut.

Sementara itu, Imam Suyanto, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini.

“Motivasi belajar siswa di sekolah swasta seperti kami memang perlu terus dikuatkan. Karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat dari FIA UI ini sangat tepat diadakan di sini. Anak-anak kami mendapatkan dorongan baru, pengetahuan tentang dunia perkuliahan, dan pandangan bahwa kuliah bisa menjadi jalan untuk mengubah masa depan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, FIA UI menegaskan komitmennya untuk memperluas akses dan motivasi pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sekolah-sekolah yang bukan termasuk kategori favorit pun memiliki potensi besar untuk maju jika didukung oleh dorongan, kepercayaan diri, dan kesempatan yang setara.

Berita ini diadaptasi dari tulisan Ismail Khozen, dosen Departemen Ilmu Administrasi Fiskal, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia.

https://kumparan.com/ismailkhozen/fia-ui-mengabdi-siswa-siswi-sekolah-swasta-berhak-melanjutkan-studi-2637ZWxAdM6/full