Depok, 17 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) bersama Shenzhen University (SZU) menyelenggarakan Short Course on Social Innovation for Emerging Leaders: Innovation, Entrepreneurship and ASEAN Development bertempat di Rotunda UI dan Ruang Kaca Lantai 1 Gedung Baru FIA UI, Kampus UI Depok. Sesi utama hari itu, kuliah bertajuk Business Policy and its Role in Strengthening Social Innovation, menyoroti bagaimana kebijakan bisnis, kepastian hukum, dan strategi lokalisasi menjadi prasyarat tumbuhnya inovasi sosial di Indonesia — sebelum dilanjutkan talkshow yang menampilkan praktik pemberdayaan masyarakat berbasis UMKM.
Program ini merupakan implementasi ruang lingkup kerja sama UI–Tiongkok, khususnya antara Shenzhen University dan FIA UI, yang dirancang sebagai skema student mobility berkredit. Sebanyak 26 mahasiswa Shenzhen University dari berbagai program studi beserta satu pendamping akademik mengikuti program ini, bersama delapan mahasiswa Universitas Indonesia yang juga berasal dari beragam program studi. Komposisi peserta lintas negara dan lintas disiplin tersebut menghadirkan pembelajaran nyata mengenai makna keberagaman dalam berbagai aspek, termasuk aspek budaya.
Program secara resmi dibuka oleh Dekan FIA UI, Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., yang sekaligus menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya program ini sebagai ruang pertukaran pengetahuan lintas negara sekaligus wujud nyata kerja sama akademik antara FIA UI dan Shenzhen University.
Rangkaian hari pertama dibuka dengan keikutsertaan seluruh peserta dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Rotunda UI, yang memberikan pengalaman langsung mengenai tradisi kebangsaan Indonesia. Kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan program di lingkungan FIA UI, kemudian sesi kuliah pertama bertajuk Business Policy and its Role in Strengthening Social Innovation yang menghadirkan Wu Xin, Budiansyah, S.H., S.E., M.H., CLA, dan Siyang Huang sebagai narasumber.
Wu Xin selaku Chairman PT Mega Byte Indonesia membagikan pengalamannya mengelola perusahaan ekonomi digital dan bisnis konten berbasis di Jakarta, yang mencakup operasional siaran langsung TikTok, inkubasi kreator dan host, hiburan digital, pemasaran digital, pemasaran afiliasi, serta komersialisasi konten. Siyang Huang, Assistant General Manager sekaligus Head of Overseas Marketing China Construction Pearl River Overseas Development Co., Ltd. / CSCEC 4th Bureau International, memaparkan pengalaman praktisnya pada titik temu antara globalisasi perusahaan Tiongkok, pembangunan infrastruktur, transformasi perkotaan, ekspansi pasar luar negeri, dan praktik bisnis lintas budaya. Adapun Budiansyah, Founder dan Managing Partner kantor hukum Lau Budiansyah & Partners, membahas topik Law, Business & Society in Indonesia dengan menyoroti legalitas pendirian usaha di Indonesia, karakter pasar Indonesia, serta strategi berinvestasi yang mengedepankan lokalisasi.
Sesi siang diisi talkshow bertema Social Innovation and Entrepreneurship bersama Tatiek Kancaniati, wirausahawan sosial sekaligus inisiator dan pendiri Kampung Wisata Bisnis Tegalwaru di Ciampea, Bogor. Ia berbagi praktik langsung pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah warga — mulai dari kerajinan tangan, peternakan, kuliner, hingga produk herbal — menjadi satu ekosistem wisata edukasi bisnis. Rangkaian hari itu ditutup dengan campus tour di lingkungan Universitas Indonesia.
Sesi pada 17 Agustus 2026 merupakan hari keempat dari keseluruhan program yang berformat hibrida. Tiga hari pertama dilaksanakan secara daring pada 13–15 Agustus 2026, menghadirkan Prof. Heather Cameron dari Washington University, Dr. Rachma Fitriati, M.Si., M.Si(Han), serta Dekan FIA UI Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si. sebagai pemateri. Selepas 17 Agustus, peserta menjalani rangkaian kunjungan kelembagaan ke Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT) UI, Bursa Efek Indonesia, Kementerian Pariwisata, kantor Amazon Indonesia, dan Perumdam Tirta Kerta Raharja, serta imersi budaya ke sejumlah situs sejarah dan budaya di Jakarta. Program ditutup dengan presentasi kelompok dan seremoni penutupan sebelum kunjungan lapangan ke Kampung Wisata Bisnis Tegalwaru.
Diketahui, Short Course on Social Innovation for Emerging Leaders: Innovation, Entrepreneurship and ASEAN Development berlangsung dalam dua fase, yakni fase daring pada 13–15 Agustus 2026 dan fase luring pada 16–22 Agustus 2026, dengan lokasi kegiatan tersebar di Jakarta, Depok, dan Bogor.



