Sekitar seratus lima puluh akademisi dan praktisi ilmu administrasi dari berbagai penjuru tanah air dan sejumlah negara tetangga berkumpul di Depok selama dua hari (30-31 Oktober 2017) dalam konferensi internasional “ICAS-PGS 2017” (International Conference on Administrative Science, Policy and Governance Studies) yang digelar oleh Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia (FIA UI) untuk mengeksplorasi berbagai alternatif solusi ala Asia dalam memecahkan beragam permasalahan di bidang administrasi publik, fiskal, dan bisnis.

Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met. membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam pidatonya, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met. menyampaikan harapannya untuk mendorong upaya lebih lanjut dalam menggali khazanah lokal Asia yang lekat dengan budaya kolaboratif. Kolaborasi antara sejumlah aktor di sektor publik, swasta, dan masyarakat dipandang sebagai faktor utama yang diperlukan untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals).
Dalam pidato sambutannya, Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. Dekan FIA UI yang juga dikenal sebagai pakar reformasi birokrasi menekankan peran aktif dari para aktor intelektual kampus di kawasan ASEAN untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan Pendidikan berbasis riset dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Konferensi ini juga memfasilitasi dua buah rangkaian diskusi panel yang memadukan narasumber nasional dan internasional. Pada hari pertama, perwakilan dari Kemenpan RI, Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja dan Prof. Heungsuk Choi (pakar kebijakan publik dari Seoul University, Korea Selatan) secara parallel menyampaikan pidatonya secara berturut-turut mengenai pengalaman pemerintah Indonesia dalam meningkatkan daya saing nasional melalui program reformasi birokrasi, dan menelaah lebih lanjut peran pemerintah dalam membangun hubungan kerjasama dengan masyarakat dan pengusaha di ASEAN. Sementara itu, pada hari kedua, Prof. Evan Berman (pakar pemerintahan dari Victoria University of Wellington) dan Dr. Hora Tjitra berbagi pandangan mengenai isu korupsi dan etika dalam hubungan antara negara dan para pelaku bisnis di ASEAN, serta menganalisa kesiapan negara-negara di kawasan ASEAN untuk mewujudkan kerjasama regional yang produktif. Fakultas Ilmu Administrasi UI berharap hasil konferensi ini dapat melahirkan masukan konstruktif bagi pemerintah untuk melengkapi formulasi kebijakan terkait agenda reformasi birokrasi, reformasi perpajakan, dan kerjasama bisnis antar negara.