Depok, 15 Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan Short Course Social Innovation for Emerging Leaders: Innovation, Entrepreneurship and ASEAN Development pada 13–15 Agustus 2026 secara daring, bekerja sama dengan Shenzhen University. Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen FIA UI dalam mendukung agenda Klaster Riset Social and Cultural Innovation (SoCI), khususnya dalam mendorong pemahaman dan praktik inovasi sosial yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan pengembangan kepemimpinan di kawasan ASEAN. Kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta, yang terdiri atas 26 mahasiswa dari Shenzhen University dan 8 mahasiswa dari Universitas Indonesia, dengan menghadirkan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari proses pembelajaran lintas sektor dan lintas negara.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan program briefing yang mencakup gambaran umum program serta arrival guide yang disampaikan oleh Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si. selaku Dekan dari Fakultas Ilmu Administrasi UI. Sesi kemudian dilanjutkan dengan kuliah bertajuk “The Role of Social Innovation in Driving Change” yang disampaikan oleh Prof. Heather Cameron. Sesi ini membahas peran inovasi sosial sebagai instrumen untuk mendorong perubahan serta bagaimana para calon pemimpin dapat memahami dan merespons berbagai tantangan sosial melalui pendekatan inovatif. Pembelajaran tersebut menjadi landasan bagi peserta untuk memahami inovasi sosial tidak hanya sebagai konsep, tetapi juga sebagai pendekatan dalam menciptakan perubahan yang berdampak.

Memasuki hari kedua, pembelajaran berfokus pada keterkaitan inovasi sosial dengan dunia bisnis melalui kuliah “CSR and New Business Model Innovation” yang disampaikan oleh Dr. Rachma Fitriati, M.Si., M.Si.(Han). Sesi ini turut menghadirkan perspektif praktisi dari PT Biro Klasifikasi Indonesia, yaitu Ir. Arif Bijaksana Prawira Negara, MBA, serta perspektif kebijakan publik dari Anggota DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Parta, S.H. Kehadiran pembicara dari sektor korporasi dan pemerintahan memperkaya pembelajaran peserta mengenai bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), inovasi model bisnis, dan kebijakan publik dapat saling berinteraksi dalam menciptakan nilai sosial serta mendukung pembangunan di masyarakat.

Pada hari ketiga, peserta mengikuti sesi “Social Innovation Biography: Cross-Sector Best Practices for Scalable Impact” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si. Sesi ini mengangkat praktik-praktik terbaik inovasi sosial lintas sektor serta pengalaman dan pembelajaran dari berbagai inisiatif yang memiliki potensi untuk menghasilkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak untuk melihat bagaimana kolaborasi antara akademisi, pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat dapat menjadi fondasi dalam mengembangkan inovasi sosial yang relevan dan dapat direplikasi pada konteks yang berbeda, termasuk dalam konteks pembangunan ASEAN.

Pelaksanaan Short Course Social Innovation for Emerging Leaders menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran perspektif bagi mahasiswa Indonesia dan Tiongkok untuk memahami tantangan serta peluang inovasi, kewirausahaan, dan pembangunan di kawasan ASEAN. Melalui kolaborasi FIA UI dan Shenzhen University, program ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas peserta sebagai emerging leaders, tetapi juga memperluas jejaring akademik dan lintas sektor dalam pengembangan inovasi sosial. Inisiatif ini sekaligus menegaskan peran FIA UI dan Klaster Riset Social and Cultural Innovation (SoCI) dalam mendorong pengembangan pengetahuan, kolaborasi, dan praktik inovasi yang dapat memberikan dampak sosial yang berkelanjutan.

Leave a Comment