Excecutive Development Program (EDP) merupakan lembaga di bawah naungan FIA UI yang menyediakan program-program pengembangan eksekutif di hampir semua bidang fungsional manajemen dan alat bantu keterampilan manajerial serta memberikan pelayanan yang mampu mengakses berbagai kepentingan baik akademisi maupun profesional.

Hal ini selaras dengan komitmen FIA UI pada pengembangan eksekutif dan manajerial secara berkesinambungan yang menyediakan topik yang relevan dengan kebutuhan professional, menyangkut kebijakan publik, pajak dan bisnis yang berkembang saat ini serta tata kelola dan aktivitas inovasi berorientasi pemecahan masalah (result-driven) yang fokus pada hasil dan strategi pencapaian.

Program-program yang disediakan oleh Lembaga Excecutive Development Program (EDP) dirancang untuk meningkatkan leadership capabalities dan managerial skills bagi para profesional yang memiliki fokus menjadi yang terbaik di perusahaan ataupun organisasinya. Program pelatihan kami diadakan secara berkala dan dapat diikuti oleh profesional maupun akademisi. Selain itu, kami menawarkan pelatihan in-house bagi Anda yang berminat mengadakan pelatihan di lokasi Anda.

Program Pelatihan

 

Program Pelatihan Policy Analysis disusun untuk memenuhi kebutuhan bagi professional maupun akademisi yang dituntut memiliki kemampuan merancang dan melakukan analisis kebijakan menyangkut kepentingan umum serta penggunaan sumber daya yang dialokasikan secara efektif dan efisien terkait kebijakan. Pelatihan Policy Analysis bertujuan membekali para peserta dalam membentuk kebijakan berkualitas yang mampu memberikan manfaat bagi publik serta menjawab tantangan perubahan sosial, ekonomi, politik baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.


Modul Pelatihan

  1. Konsep dan Studi Kebijakan Publik: Modul ini memfasilitasi pemahaman pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan tentang cakupan ilmu kebijakan publik.
  2. Metodologi Riset Kebijakan: Modul ini memfasilitasi pemahaman pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan tentang berbagai konsep dan cara dalam pelaksanaan penelitian kebijakan.
  3. Stakeholders Mapping: Membekali peserta pelatihan tentang konsepsi pemetaan pemangku kepentingan dalam kebijakan.
  4. Analisis Kebijakan Publik: Modul ini membekali peserta pelatihan dengan kemampuan untuk memiliki pemahaman tentang dinamika dan konteks kebijakan publik di Indonesia melalui konsepsi analisis kebijakan, manfaat analisis kebijakan, teknik analisis kebijakan, saran kebijakan dan pengambilan keputusan dan praktek teknik analisis kebijakan.
  5. Dokumentasi Saran Kebijakan: Modul ini memberikan pembelajaran kepada peserta pelatihan untuk memahami metode penyusunan hasil analisis kebijakan ke dalam bentuk dokumentasi saran kebijakan.
  6. Konsultasi Publik: Memfasilitasi pemahaman pengetahuan  dan keterampilan peserta pelatihan tentang pengelolaan kebijakan publik di Indonesia melalui pemahaman tentang konsultasi publik dan demokrasi deliberatif, pentingnya keterlibatan warga dalam penyusunan kebijakan publik, serta teknik pengelolaan konsultasi kebijakan dalam proses kebijakan.
  7. Advokasi Kebijakan: membekali peserta pelatihan untuk membangun kompetensi.

Program Pelatihan Strategi Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan disusun untuk memenuhi kebutuhan bagi para aparatur suatu instansi, terutama para pimpinan dalam membangun leadership. Melalui penyampaian materi ini, peserta akan mendapat pembekalan yang cukup tidak hanya pada aspek aplikatif, melainkan juga memahami tren keilmuan yang berjalan.

Modul Pelatihan

  1. Konsep Leadership dalam organisasi: mempelajari tentang konsep inti leadership serta fungsi leader dalam organisasi
  2. Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi: memfasilitas peserta untuk mengenal ragam gaya kepemimpinan serta diskusi mengenai penerapan gaya kepemimpinan yang cocok dengan kondisi organisasi peserta.
  3. Delegasi pekerjaan dalam Organisasi: mempelajarai mengenai konsep delegasi pekerjaan dalam organisasi dan membangun sistem kerja yang produktif.
  4. Pengambilan Keputusan yang Efektif dalam Organisasi: memahami mengenai alur pengambilan keputusan yang efektif dalam organisasi.
  5. Manajemen Konflik dalam Organisasi: memahami manajemen konflik yang ideal dalam organisasi.

Program Pelatihan Strategi Peningkatan Reformasi Birokrasi dan Manajemen Kinerja disusun untuk memenuhi kebutuhan bagi professional maupun akademisi yang dituntut mengkonsepkan dan mengimplementasikan strategi reformasi birokrasi dan manajemen kinerja demi berjalannya organisasi yang efektif dan efisien. Pelatihan Strategi Peningkatan Reformasi Birokrasi dan Manajemen Kinerja bertujuan untuk membekali peserta pelatihan untuk melakukan reformasi birokrasi dan manajemen kinerja yang baik dimulai dari tatanan organisasi hingga ke individu.

Modul Pelatihan

  1. Konsep dan Studi Reformasi Birokrasi dan Manajemen Kinerja: Sesi ini memfasilitasi pemahaman pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan tentang cakupan ilmu reformasi birokrasi dan manajemen kinerja secara konsep dan perkembangannya.
  2. Perencanaan Strategis dan Perencanaan Kinerja: Sesi ini memfasilitasi pemahaman pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan tentang cara menetapkan perencanaan yang jelas dan berupa outcome yang berdampak pada masyarakat.
  3. Pengukuran Kinerja: Sesi ini memfasilitasi pemahaman pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan tentang cara menetapkan ukuran kinerja yang spesifik, measurable, attainable, sesuai dengan kinerja atau hasil yang diukur, berjangka waktu tertentu, dan dapat dipantau/monitor.

 

Dalam melihat urgensi mengenai penerapan analisis jabatan dan analisis beban kerja pada organisasi sektor publik, maka kebutuhan untuk memahami lebih dalam mengenai tugas dan fungsi pada analisis jabatan dan analisis beban kerja merupakan urgensi untuk dipelajari lebih lanjut melalui pelatihan mengenai analisis jabatan dan analisis beban kerja. Pelatihan tersebut digunakan untuk manajemen kepegawaian ke arah yang lebih baik, terarah, mempunyai pola yang jelas, serta berkesinambungan.

Program Pelatihan Strategi Pengelolaan Manajemen Perubahan diperuntukan bagi akademisi, Aparatur Sipil Negara maupun praktisi dalam aspek perencanaan hingga implementasi manajemen perubahan termasuk dalam menghadapi resistensi serta tantangan dari proses transisi yang terjadi pada organisasinya.

Modul Pelatihan

  1. Pengenalan Konsep Manajemen Perubahan: mempelajari fondasi manajemen perubahan serta diskusi mengenai model manajemen perubahan.
  2. Identifikasi Existing Condition Organisasi: mengidentifikasi SWOT, driving & opposing forces organisasi, serta aplikasinya dalam organisasi peserta.
  3. Mengelola SDM Organisasi dalam Konteks Manajemen Perubahan: mempelajari bagaimana mengelola SDM organisasi dalam menghadapi perubahan serta diskusi dengan studi kasus.
  4. Kegagalan Perubahan: memahami faktor determinan dari gagalnya proses perubahan organisasi serta studi kasus dalam organisasi.
  5. Praktikum Manajemen Perubahan pada organisasi asal peserta pelatihan: diskusi kelompok seputar perubahan pada organisasi asal peserta pelatihan dilanjutkan dengan presentasi kelompok.

Program Pelatihan Pengembangan Kompetensi Strategic Management dalam Tata Kelola Institusi Publik disusun untuk memenuhi kebutuhan bagi professional maupun akademisi yang dituntut mengkonsepkan dan mengimplementasikan strategic management dalam institusi publik sebagai upaya mendukung pengembangan kompetensi aparatur-aparatur Indonesia. Pelatihan Pengembangan Kompetensi Strategic Management dalam Tata Kelola Institusi Publik bertujuan untuk membekali peserta pelatihan untuk melakukan strategic management yang baik untuk mendukung terwujudnya tujuan dan sasaran organisasi.

Modul Pelatihan

  1. Konsep dan Studi Strategic Management: memfasilitasi pemahaman pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan tentang cakupan ilmu strategic management secara konsep dan perkembangannya di Indonesia.
  2. Strategic Planning: Sesi ini memfasilitasi pemahaman pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan tentang cata menetapkan dan mengimplementasikan strategic planning yang mencakup visi, misi, tujuan, dan sasaran serta langkah-langkah yang harus ditempuh.
  3. Resource Management: Sesi ini memfasilitasi pemahaman pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan tentang tata kelola sumber daya yang dimiliki organisasi.
  4. Organizational Control dan Performance Evaluation: Sesi ini memfasilitasi pemahaman pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan tentang pengawasan organisasi serta evaluasi kinerja (monev organisasi).
  5. Information Management and Decision-Support Systems: Sesi ini memfasilitasi pemahaman pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan tentang manajemen informasi serta pengambilan keputusan baik keputusan utama maupun keputusan penunjang.