Depok, 1 Juli 2025 – Doktor Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), dalam promosi doktor membahas reformasi signifikan dalam tata kelola Program Keselamatan Negara di Indonesia. Penelitian ini mengungkap adanya fragmentasi jaringan yang menghambat efektivitas kolaborasi antar-aktor, meskipun sistem menunjukkan kemampuan adaptasi.
Dalam pidatonya, Dr. Oke Hendra menjelaskan bahwa meskipun kolaborasi vertikal (sesuai hierarki regulasi) berjalan baik, kolaborasi horizontal justru terhambat parah. Hambatan utama termasuk ketiadaan perjanjian formal antar-lembaga dan silo internal di dalam Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA).
“Koordinasi sering kali bergantung pada Gugus Tugas ad hoc yang secara struktural lemah, hal ini menyebabkan ketergantungan pada tuas informal seperti hubungan pribadi, yang meski memastikan kelangsungan operasional, namun justru merusak koherensi strategis jangka Panjang,” Jelas Dr. Oke.
Selain itu, penelitian ini menyoroti kemacetan kritis dalam kapasitas analisis data. Kemampuan untuk mengubah data keselamatan menjadi intelijen yang dapat ditindaklanjuti masih sangat terbatas, menghambat pembelajaran sistemik dan manajemen proaktif yang diperlukan untuk peningkatan keselamatan yang berkelanjutan.
Dr. Oke mengungkapkan bahwa penelitian ini dapat mengembangkan kerangka Kolaborasi Aktor Vertikal-Horizontal (VHAC) yang disempurnakan dan berbasis empiris. Kerangka ini merinci interaksi kompleks antara konteks yang membatasi, pengaturan kolaboratif yang terfragmentasi, dan hasil kinerja yang terhambat dalam konteks SSP Indonesia.
“Kerangka ini menawarkan wawasan teoritis tentang bagaimana mengelola jaringan yang diamanatkan di bawah kendala institusional, terutama terkait dinamika formal-informal dan pentingnya kapasitas analitis,” tambah Dr. Oke.
Sebagai penutup, Dr. Oke menyampaikan rekomendasi dalam disertasinya, bahw penelitian ini menekankan tata kelola keselamatan penerbangan perlu dirombak total. Saran utamanya adalah memperkuat lembaga koordinator, meresmikan kerja sama antar-lembaga, berinvestasi besar pada analisis data, dan membangun budaya kolaborasi yang solid demi sistem keselamatan penerbangan Indonesia yang lebih tangguh.
Informasi tambahan, sidang ini diketuai oleh Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., promotor Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ., ko-Promotor 1 Dr. Phil. Reza Fathurrahman, MPP. ko-Promotor 2 Prof. Dr. Colin Pilbeam, MA, MBA, PhD. dengan anggota Prof. Dr. Bambang Supriono, M.Si., Prof. Dr. Azhar Kasim, MPA, Dr. Vishnu Juwono, MIA.



