Depok, 7 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor atas nama Fadilla dengan disertasi berjudul “Model Pengembangan Karier Berbasis Merit Terintegrasi bagi Pejabat Fungsional di Kementerian Komunikasi dan Digital.” Sidang promosi doktor dilaksanakan di Auditorium Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI.

Penelitian disertasi ini berangkat dari tantangan implementasi sistem merit dalam pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat fungsional di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Meskipun Komdigi memperoleh penilaian sistem merit dengan kategori sangat baik, aspek pengembangan karier masih menjadi salah satu dimensi dengan capaian terendah. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara penerapan sistem merit secara prosedural dengan pengalaman nyata pegawai dalam memperoleh pengembangan karier yang adil, transparan, dan berbasis kompetensi.

Melalui pendekatan sequential explanatory mixed methods, penelitian ini mengombinasikan analisis kuantitatif melalui survei terhadap 282 pejabat fungsional rumpun Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan analisis kualitatif yang dilakukan melalui wawancara mendalam, focus group discussion, serta analisis dokumen. Pendekatan ini digunakan untuk menjelaskan hubungan antara implementasi sistem merit, kompetensi digital, kesenjangan kompetensi teknis, dukungan organisasi, kepuasan kerja, kinerja individu, dan pengembangan karier pejabat fungsional.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem merit berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, namun belum memberikan pengaruh langsung yang signifikan terhadap pengembangan karier. Temuan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain keterbatasan formasi jabatan, belum optimalnya implementasi manajemen talenta, belum terintegrasinya data karier, serta belum konsistennya pemanfaatan hasil asesmen kompetensi dan kinerja dalam pengambilan keputusan pengembangan karier. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan sistem merit secara administratif belum otomatis menghasilkan sistem merit yang substantif.

Penelitian juga menemukan bahwa dukungan organisasi menjadi faktor yang paling kuat dalam meningkatkan kepuasan kerja pegawai. Kepuasan kerja selanjutnya berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja individu, yang pada akhirnya mendorong pengembangan karier. Selain itu, kompetensi digital terbukti memberikan pengaruh positif terhadap pengembangan karier, sementara kesenjangan kompetensi teknis berdampak negatif terhadap kinerja individu. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas digital dan kompetensi teknis sebagai bagian dari strategi pengembangan karier ASN di era transformasi digital.

Berdasarkan integrasi seluruh temuan, penelitian ini menghasilkan model Integrated Merit-Based Career Development for Functional Positions (IMCD-FP). Model tersebut terdiri atas enam komponen utama, yaitu transformasi sistem merit substantif, ekosistem dukungan organisasi yang terintegrasi, peningkatan kepuasan kerja, pengembangan karier berbasis kinerja, penguatan kompetensi teknis adaptif, serta penguatan kompetensi digital strategis. Model IMCD-FP menempatkan pengembangan karier sebagai sebuah sistem yang menghubungkan keadilan dalam sistem merit, dukungan organisasi, kompetensi, kinerja, dan kebutuhan strategis organisasi secara terpadu.

Penelitian ini juga merekomendasikan penguatan reformasi sistem merit melalui peningkatan transparansi promosi jabatan, pengembangan manajemen talenta berbasis data, integrasi sistem informasi kinerja dan kompetensi, penguatan ekosistem pembelajaran melalui mentoring dan coaching, serta koordinasi regulasi antara Kementerian PANRB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Lembaga Administrasi Negara (LAN), instansi pembina jabatan fungsional, dan Komdigi. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu memperkuat profesionalisme ASN sekaligus mendukung terwujudnya birokrasi yang adaptif terhadap transformasi digital.

Melalui disertasi ini, Fadilla memberikan kontribusi akademik bagi pengembangan ilmu administrasi publik, khususnya dalam kajian sistem merit, pengembangan karier ASN, manajemen talenta sektor publik, serta kompetensi digital dalam birokrasi. Model IMCD-FP yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi referensi bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam merancang sistem pengembangan karier pejabat fungsional yang lebih adil, terintegrasi, dan berbasis kompetensi.

Sebagai informasi, sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Haula Rosdiana, M.Si. selaku Ketua Sidang. Adapun Dr. Lina Miftahul Jannah, M.Si. bertindak sebagai Promotor dan Dr. Muh. Azis Muslim, M.Si. sebagai Ko-Promotor. Sementara itu, anggota tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum, M.Si., Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ., Prof. Dr. Falih Suaedi, Dr. Roy Valiant Salomo, M.Soc.Sc., dan Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, S.E., M.Eng.

Leave a Comment