9 Juli, 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor atas nama Trihandoyo Budi Cahyanto dengan disertasi yang mengkaji efektivitas Program Pengembangan Diri Guru sebagai instrumen kebijakan dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja guru di Indonesia. Sidang promosi doktor dilaksanakan di Auditorium EDISI 2020, lantai 4 Gedung M FIA UI.

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa berbagai program pengembangan profesional guru, seperti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Guru Penggerak, dan program pengembangan diri lainnya, belum secara konsisten mampu meningkatkan kualitas pembelajaran maupun kinerja guru. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini berupaya menjawab apakah Program Pengembangan Diri secara langsung mampu meningkatkan kinerja guru atau justru memerlukan peningkatan kompetensi guru sebagai mekanisme utama yang menjembatani keberhasilan program.

Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antara Program Pengembangan Diri, Kompetensi Guru, dan Kinerja Guru. Sementara itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui diskusi terpumpun (focus group discussion) guna menggali pengalaman guru, mengidentifikasi hambatan implementasi kebijakan, serta memahami kebutuhan nyata dalam pelaksanaan program. Unit analisis penelitian adalah guru Sekolah Menengah Atas mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika di Pulau Jawa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pengembangan Diri berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi guru. Namun, program tersebut tidak secara langsung meningkatkan kinerja guru. Peningkatan kinerja baru terjadi apabila Program Pengembangan Diri berhasil meningkatkan kompetensi guru terlebih dahulu. Temuan ini menegaskan bahwa kompetensi guru menjadi mekanisme utama yang menghubungkan kebijakan pengembangan diri dengan peningkatan kinerja guru. Selain itu, efektivitas program dipengaruhi oleh relevansi materi, kesempatan melakukan refleksi, pembelajaran kolaboratif, serta kesesuaian program dengan kebutuhan nyata guru di sekolah.

Sebagai kontribusi utama, penelitian ini menghasilkan Konstruksi Kebijakan Program Pengembangan Diri Guru yang menempatkan pengembangan profesional sebagai proses transformasi berkelanjutan, bukan sekadar pelaksanaan pelatihan. Model kebijakan yang diusulkan diawali dengan analisis kebutuhan guru, dilanjutkan dengan perancangan program yang relevan, pembelajaran profesional yang kolaboratif dan reflektif, evaluasi berkelanjutan, hingga penguatan kompetensi yang bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran dan kinerja guru. Penelitian juga menawarkan perubahan paradigma melalui pendekatan Double-Loop Learning, yang tidak hanya memperbaiki pelaksanaan program, tetapi juga mengevaluasi tujuan, desain, dan asumsi kebijakan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan guru dan perkembangan dunia pendidikan.

Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian administrasi publik di bidang kebijakan pendidikan melalui integrasi perspektif Kebijakan Publik, Human Capital Theory, dan Double-Loop Learning. Dari sisi metodologis, penelitian menunjukkan bahwa pendekatan mixed methods mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antarvariabel. Adapun secara praktis, konstruksi kebijakan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyempurnaan kebijakan pengembangan profesional guru di Indonesia sehingga lebih berorientasi pada peningkatan kompetensi, kualitas pembelajaran, dan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Sebagai informasi, sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Haula Rosdiana, M.Si. selaku Ketua Sidang. Adapun tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Martani Huseini, MBA sebagai Promotor dan Dr. Umanto, M.Si. sebagai Ko-Promotor. Sementara itu, anggota tim penguji adalah Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Si., Dr. Son Diamar, M.Sc., Dr. Muh Azis Muslim, M.Si., dan Dr. Eko Sakapurnama, MBA.

Leave a Comment