Depok, 8 Juli 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor atas nama Andi Rachman Salasa dengan disertasi berjudul “Desain Model Jaringan Kebijakan Insentif Fiskal pada Industri Mobil Listrik Indonesia.” Sidang promosi doktor dilaksanakan di Auditorium EDISI 2020, lantai 4 Gedung M FIA UI.
Penelitian ini berangkat dari paradoks kebijakan dalam pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Meskipun Pemerintah Indonesia telah menerbitkan berbagai regulasi dan memberikan beragam insentif fiskal sejak tahun 2019 untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik berbasis baterai, realisasi penjualan mobil listrik hingga tahun 2024 masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah. Disertasi ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh besaran insentif yang diberikan, melainkan oleh belum optimalnya tata kelola dan koordinasi antarlembaga dalam jaringan kebijakan yang mengelola insentif fiskal tersebut.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan desain multi-paradigma sekuensial yang mengombinasikan paradigma post-positivist dan constructivist. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan para pengambil kebijakan dari tujuh kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Kementerian Perhubungan. Analisis penelitian mengintegrasikan teori policy network, tata kelola kolaboratif, ekonomi kelembagaan, hingga tantangan implementasi kebijakan pajak minimum global (Global Minimum Tax).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai insentif fiskal yang diberikan pemerintah mampu menarik investasi industri kendaraan listrik dalam jumlah signifikan. Namun demikian, pengembangan industri masih menghadapi sejumlah hambatan struktural, seperti rendahnya daya saing industri komponen lokal, keterbatasan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), tingginya harga kendaraan listrik, serta kekhawatiran masyarakat terhadap nilai jual kembali kendaraan listrik.
Lebih lanjut, penelitian mengidentifikasi bahwa jaringan kebijakan insentif fiskal yang berjalan saat ini masih didominasi oleh koordinasi sektoral yang bersifat hierarkis, lemahnya koordinasi horizontal antarkementerian, tingginya intensitas rapat yang belum diikuti penyelesaian masalah secara substantif, serta belum optimalnya keterlibatan aktor nonpemerintah. Kondisi tersebut menyebabkan jaringan kebijakan yang terbentuk belum mampu mengintegrasikan kepentingan berbagai pemangku kepentingan secara efektif dalam mendukung percepatan industri mobil listrik nasional.
Sebagai solusi, disertasi ini menawarkan Model Jaringan Kebijakan Insentif Fiskal Tiga Lapis yang dirancang untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Model tersebut mencakup pembentukan kepemimpinan strategis nasional, sekretariat koordinasi permanen yang didukung sistem informasi terintegrasi, serta mekanisme partisipasi formal bagi pelaku industri, akademisi, dan masyarakat. Model ini juga dilengkapi dengan mekanisme penyelesaian konflik antarlembaga secara berjenjang serta penyesuaian instrumen insentif fiskal agar tetap selaras dengan kebijakan pajak minimum global.
Berdasarkan temuan penelitian, disertasi ini merekomendasikan penguatan tata kelola jaringan kebijakan melalui peningkatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, optimalisasi instrumen nonfiskal untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik, penyusunan rencana pembangunan infrastruktur pengisian daya yang terintegrasi, serta penyesuaian kebijakan insentif fiskal agar tetap kompetitif di tengah perubahan rezim perpajakan internasional.
Melalui disertasi ini, Andi Rachman Salasa memberikan kontribusi akademik terhadap pengembangan kajian administrasi publik, khususnya dalam bidang jaringan kebijakan (policy network), tata kelola kolaboratif, dan kebijakan fiskal. Model yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam menyusun tata kelola kebijakan yang lebih terintegrasi guna mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Sebagai informasi, sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum, M.Si. selaku Ketua Sidang. Adapun Dr. Roy Valiant Salomo, M.Soc.Sc. bertindak sebagai Promotor dan Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si. sebagai Ko-Promotor. Sementara itu, anggota tim penguji terdiri atas Dr. Machfud Sidik, M.Sc., Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc., Dr. Inayati, M.Si., dan Dr. Umanto, M.Si.



