Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) Eko Prasojo menjelaskan bahwa dalam dunia yang sangat cepat berubah dan perkembangan teknologi yang pesat, tidak ada jalan lain kecuali kita harus melakukan transformasi struktural dan kultural.

Hal tersebut disampaikan dalam pidato pembukanya pada Indonesian Association of Public Administration (IAPA) Annual Conference 2019 di Bali, Senin (11/11/19).

Menurut pria yang juga merupakan Presiden Asian Group of Public Administration (AGPA) ini, kesiapan setiap bangsa ditentukan oleh kapabilitas, budaya dan kemampuan bangsa tersebut terhadap adaptasi kebijakan.

“Dan itu hanya bisa kita lakukan dengan komitmen tinggi dan kolaborasi,” ujarnya pada saat Plenary Session 1 Annual Conference IAPA 2019.

Diketahui, konferensi ini mengangkat tema “Strengthening the Role of Public Administration in the Global Changing Society: Public Sector Reform and Digital Transformation in Asia.”

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, Deputi bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan M. Yusuf Ateh, Presiden IAPA Agus Pramudinto, dan President of International Institute of Administrative Sciences Ra’ed Benshams.

Serta hadir sebagai narasumber dalam sesi Presidential Lecture Prof. Alex B. Brillantes dari AAPA, Prof. Eduardo Araral, Lee Kuan Yew dari School of Public Policy, Singapore, dan Prof. Jiannan Wu dari Shanghai Jiao Tong University, China.