Jakarta, 9 September 2026 — Kebakaran di permukiman padat biasanya dianggap selesai begitu api padam. Setelah itu, bangunan didirikan lagi dengan pola yang hampir sama: rapat, tanpa sekat api, sulit dijangkau armada pemadam, dan dengan kabel listrik yang tetap semrawut. Menurut dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Dr. Muh Azis Muslim, M.Si., siklus inilah yang membuat risiko kebakaran di kota besar terus terulang.

Azis menyampaikan pandangan tersebut dalam liputan Validnews tentang mitigasi kebakaran di Jabodetabek. Liputan itu mengutip data BPBD DKI Jakarta yang mencatat 457 kejadian kebakaran di Jakarta sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Korsleting listrik menjadi salah satu pemicu terbesarnya.

Azis tidak membantah bahwa sebagian besar kebakaran permukiman berawal dari kelalaian manusia. Namun, ia menilai kelalaian itu bukan akar persoalannya. Ia memandang kebakaran di kawasan padat sebagai bencana spasial. Kondisi lingkungan yang tidak tertata membuat pemicu kebakaran lebih mudah muncul dan dampaknya lebih parah.

“Jadi di sini kelalaian manusia itu merupakan salah satu sumber pemicu, tetapi tata ruang juga menjadi kondisi yang membuat pemicu itu bisa terjadi,” ujar Azis.

Ia juga menyoroti jarak antara aturan dan praktik. Menurutnya, regulasi tata ruang dan standar bangunan di Indonesia sebenarnya sudah cukup lengkap, tetapi penerapannya di lapangan masih lemah.

“Kita hyper-regulation, tapi yang penting bukan pada level regulasi, tetapi bagaimana law enforcement-nya, penegakannya,” katanya.

Dalam liputan tersebut, Azis juga menawarkan beberapa langkah penataan berskala mikro yang menurutnya lebih masuk akal daripada penggusuran. Salah satunya adalah memanfaatkan ruang terbuka kecil di tengah permukiman untuk memutus rambatan api. Ia juga menjelaskan pembagian peran antara pemerintah dan warga agar mitigasi kebakaran bisa berjalan optimal. Ulasan lengkapnya, termasuk cerita warga yang belajar mencegah kebakaran secara mandiri, dapat dibaca melalui tautan berikut.

Sumber: Api Padam, Risiko Berulang: Dosen FIA UI Ingatkan Tata Ruang sebagai Akar Kebakaran Permukiman

Leave a Comment