{"id":26871,"date":"2025-06-25T17:37:38","date_gmt":"2025-06-25T10:37:38","guid":{"rendered":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/?p=26871"},"modified":"2026-07-03T15:14:59","modified_gmt":"2026-07-03T08:14:59","slug":"doktor-fia-ui-bahas-inovasi-berbasis-kearifan-lokal-untuk-perdamaian-maluku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/Id\/doktor-fia-ui-bahas-inovasi-berbasis-kearifan-lokal-untuk-perdamaian-maluku\/","title":{"rendered":"Doktor FIA UI Bahas Inovasi Berbasis Kearifan Lokal untuk Perdamaian Maluku"},"content":{"rendered":"<p>Depok, 25 Juni 2025 &#8211; Konflik sosial yang kompleks di Maluku pasca-1999 mendorong perlunya pendekatan baru yang melampaui strategi keamanan konvensional. Dalam disrasinya Doktor Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia mengusulkan sebuah desain resolusi konflik inovatif yang mengintegrasikan kepemimpinan transformasional dan kewirausahaan sosial. Desain ini diimplementasikan melalui program &#8220;Emas Hijau&#8221; (agribisnis) dan &#8220;Emas Biru&#8221; (maritim), yang kemudian berkembang menjadi konsep &#8220;Emas Putih&#8221; sebagai paradigma perdamaian berkelanjutan di wilayah Kodam XVI\/Pattimura, yang kini menjadi Kodam XV\/Pattimura.<\/p>\n<p>Dalam disertasinya Dr. Muhammad Hasyim Lalhakim, menemukan bahwa kewirausahaan sosial secara signifikan meredam eskalasi konflik dengan menciptakan nilai ekonomi bersama, sementara kepemimpinan transformasional menunjukkan keterbatasan dalam menyelesaikan konflik struktural di Maluku. Selain itu, konsep Sistem Senjata Sosial (Sissos) berhasil menjembatani keamanan dan kesejahteraan dengan melembagakan kearifan lokal seperti aturan adat Sasi yang menciptakan hak milik komunal, dan Model &#8220;Emas Putih&#8221; Kodam Pattimura mengintegrasikan Teori Pembangunan Perdamaian Lingkungan dengan Teori Identitas Sosial untuk membentuk identitas &#8220;penjaga ekosistem Maluku&#8221; yang melampaui identitas keagamaan.<\/p>\n<p>&#8220;Pendekatan ini mengadopsi strategi bertahap, dimulai dari pemetaan konflik dan potensi ekologis, dilanjutkan dengan pelatihan bersama kelompok yang berkonflik, hingga penguatan kelembagaan melalui pendirian BUMDes atau Yayasan dengan kepemilikan saham kolektif. Proses ini didukung penuh oleh kearifan lokal dan menunjukkan sensitivitas kultural TNI, sesuai dengan 8 Wajib TNI,&#8221; Jelas Dr. Hasyim.<\/p>\n<p>Meskipun menghadapi tantangan seperti persepsi &#8220;military encroachment&#8221; pada ranah sipil, Kodam Pattimura mengantisipasi risiko ini melalui transparansi akuntabel, desentralisasi kepemilikan aset produktif, dan evaluasi multipihak menggunakan Environmental Peacebuilding Index (EPI). Secara keseluruhan, disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi ilmu administrasi dengan menawarkan kerangka resolusi konflik berbasis bukti yang kontekstual bagi masyarakat pascakonflik di Indonesia. Implikasi teoretisnya merekonstruksi tiga pilar utama studi resolusi konflik, menegaskan kewirausahaan sosial sebagai katalisator perdamaian, dan menawarkan protokol integratif untuk analisis sistem lunak dalam dinamika konflik komunal.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam konteks kebijakan, penelitian ini merekomendasikan transformasi paradigmatik melalui tiga agenda strategis, optimalisasi kewirausahaan sosial dan kreativitas berbasis potensi lokal, perancangan intervensi ekonomi preventif, serta institusionalisasi Model Sissos ke dalam perencanaan daerah dengan alokasi anggaran khusus,&#8221; Tutup Dr. Hasyim.<\/p>\n<p>Sebagai informasi siding promosi Doktor diketuai oleh Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc. dengan promotor Prof. Bernardus Yuliarto Nugroho, MSM, Ph.D., Ko-Promotor Dr. Rachma Fitriati, M.Si (Han)., dan beranggotakan Prof. Dr. Anwar Kurniadi, S.Kp., M.Kep., Prof. Dr. Johny Chr. Ruhulessin, M.Si., Dr. Abidin Wakano, M.Ag., Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., Dr. Eko Sakapurnama, MBA.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok, 25 Juni 2025 &#8211; Konflik sosial yang kompleks di Maluku pasca-1999 mendorong perlunya pendekatan baru yang melampaui strategi keamanan konvensional. Dalam disrasinya Doktor Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia mengusulkan sebuah desain resolusi konflik inovatif yang mengintegrasikan kepemimpinan transformasional dan kewirausahaan sosial. Desain ini diimplementasikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":319,"featured_media":26872,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-26871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/Id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/Id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/Id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/Id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/319"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/Id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26871"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/Id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26871\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30742,"href":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/Id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26871\/revisions\/30742"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/Id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/Id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/Id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fia.ui.ac.id\/Id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}