Jakarta, 19 Januari 2026 — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan kegiatan short course bagi mahasiswa Zhejiang University, Tiongkok. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, FIA UI memfasilitasi company visit ke PT Wanxinda Group Indonesia yang berlokasi di kawasan bisnis Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran langsung mengenai iklim usaha di Indonesia serta faktor-faktor yang menjadikan Indonesia sebagai lokasi strategis untuk pengembangan bisnis, khususnya bagi perusahaan asal Tiongkok. Dalam sesi pemaparan dan diskusi, disampaikan sejumlah alasan utama memilih Indonesia sebagai basis investasi.

Indonesia dipandang sebagai negara dengan wilayah yang luas, sumber daya alam yang melimpah, serta jumlah penduduk yang besar sehingga menciptakan pasar domestik yang sangat potensial. Stabilitas pemerintahan Indonesia menjadi salah satu faktor kunci yang memberikan kepastian dan rasa aman bagi pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok yang terjalin baik turut mendorong pesatnya perkembangan perusahaan dan produk Tiongkok di Indonesia. Hal ini tercermin dari hadirnya berbagai proyek dan platform yang berkembang signifikan di pasar nasional, seperti kereta cepat WHOOSH serta platform digital TikTok.

Dari sisi demografi, Indonesia didominasi oleh kelompok usia muda dengan daya konsumsi yang tinggi, sehingga menjadi pasar yang sangat menjanjikan. Selain itu, aktivitas ekspor dan impor Indonesia yang relatif tinggi menunjukkan keterbukaan ekonomi nasional terhadap perdagangan internasional.

Aspek sosial dan regulasi juga menjadi perhatian penting dalam diskusi. Sekitar 80 persen penduduk Indonesia beragama Islam, sehingga sertifikasi halal menjadi faktor strategis dalam pemasaran produk. Di samping itu, kepatuhan terhadap sertifikasi dan standar nasional, seperti SNI, merupakan prasyarat penting bagi keberlangsungan usaha di Indonesia.

Dalam konteks industri, jam kerja pabrik di Indonesia yang relatif tinggi mencerminkan intensitas dan percepatan pembangunan. Kekayaan sumber daya alam Indonesia juga membuka peluang besar bagi pengembangan industri, termasuk industri kendaraan listrik yang saat ini menjadi salah satu fokus ekspansi perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Pesatnya pembangunan infrastruktur nasional—meliputi jalan tol, bandara internasional, serta jaringan kereta api—semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai lokasi yang strategis untuk kegiatan bisnis dan logistik. Indonesia juga dinilai sebagai negara yang ideal untuk pariwisata, tempat tinggal, dan menjalankan usaha, didukung oleh kondisi geografisnya sebagai negara tropis.

Dalam diskusi tersebut turut disampaikan visi pengembangan kawasan industri dan inovasi yang kerap disebut sebagai “Shenzhen-nya Indonesia”, yang mendapatkan dukungan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi dan daya saing ekonomi nasional.

Melalui kegiatan company visit ini, FIA UI berharap mahasiswa peserta short course memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual mengenai praktik bisnis di Indonesia, sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara dalam bidang administrasi dan kebijakan publik.

Leave a Comment