Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menggelar kegiatan Sosialisasi Zona Integritas (ZI) di lingkungan fakultas sebagai langkah awal penguatan komitmen menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kegiatan ini disampaikan oleh Dr. Umanto, M.Si., CFP, CRP, CertDA selaku Kepala Dean Office sekaligus Koordinator Pengungkit Manajemen Perubahan dalam Tim Zona Integritas FIA UI 2026–2029.

Dalam paparannya, Dr. Umanto menegaskan bahwa pencanangan Zona Integritas di FIA UI memiliki dua tujuan utama yang saling melengkapi. Pertama, sebagai upaya penanaman nilai integritas yang selaras dengan nilai-nilai FIA KITA, yakni Komitmen, Integritas, Transformatif, dan Amanah, yang menjadi landasan budaya kerja sivitas akademika FIA UI. Melalui sosialisasi ini, seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan diharapkan tidak hanya memahami konsep ZI, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam tugas sehari-hari.

“Pembangunan Zona Integritas juga menjadi wujud komitmen nyata FIA UI dalam peningkatan kualitas pelayanan publik kepada mahasiswa, masyarakat, dan mitra eksternal. Karenanya kita mencoba membagi pembangunan Zona Integritas ke dalam enam pengungkit utama yang dikelola oleh tim khusus,” ungkapnya.

Pengungkit pertama adalah Manajemen Perubahan yang berfokus pada penumbuhan komitmen, perubahan pola pikir, dan budaya kerja berintegritas di seluruh unit kerja. Pengungkit kedua adalah Penataan Tata Laksana yang diarahkan untuk menyederhanakan proses bisnis, meningkatkan kepastian prosedur, dan mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan.

Pengungkit ketiga adalah Penataan Sistem Manajemen SDM yang berfokus pada pengelolaan sumber daya manusia berbasis kinerja, merit, dan profesionalitas. Pengungkit keempat adalah Penguatan Akuntabilitas yang menekankan pentingnya perencanaan kinerja yang terukur, pelaporan yang transparan, serta pertanggungjawaban yang jelas pada setiap program di lingkungan FIA UI.

Selanjutnya, Pengungkit kelima adalah Penguatan Pengawasan yang dirancang untuk meminimalkan potensi penyimpangan melalui peningkatan sistem pengendalian intern, pelibatan pengaduan masyarakat, dan mekanisme pelaporan yang mudah diakses. Pengungkit keenam adalah Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang berorientasi pada penyediaan layanan yang lebih cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna layanan di FIA UI.

Dalam sosialisasi tersebut, Dr. Umanto juga memperkenalkan susunan Tim Zona Integritas FIA UI 2026–2029 yang diketuai oleh Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., dengan dukungan wakil ketua dan koordinator pada setiap area pengungkit. Tim ini bertanggung jawab merencanakan, mengimplementasikan, dan memonitor program-program pembangunan Zona Integritas agar berjalan terukur dan berkelanjutan di lingkungan FIA UI.

“Dengan penguatan struktur tim dan komitmen bersama, kita semua berharap predikat WBK/WBBM dapat diraih bagi FIA untuk kedepannya, sekaligus menjadi teladan budaya anti-korupsi dan pelayanan prima di lingkungan perguruan tinggi,” tutupnya.

Leave a Comment