Depok, 9 Mei 2026 — Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) sekaligus pakar kebijakan publik, Dr. Muh Azis Muslim, menyoroti rentetan kecelakaan kereta api yang terjadi dalam kurun waktu berdekatan dan menilai kondisi tersebut sebagai sinyal perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola risiko transportasi publik di Indonesia.

Dalam pemaparannya pada acara televisi Apa Kabar Indonesia Malam di TvOne, Azis menjelaskan bahwa sejumlah insiden yang terjadi dalam satu pekan tidak dapat dipandang sebagai kebetulan semata. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan sistemik pada aspek mitigasi risiko dan pengelolaan keselamatan transportasi.

“Rentetan kecelakaan ini perlu dilihat sebagai indikator adanya titik lemah dalam tata kelola risiko transportasi publik. Artinya, ada sistem yang perlu dievaluasi secara serius, terutama terkait keselamatan perlintasan sebidang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti data dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang mencatat bahwa sekitar 78 persen kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan sebidang. Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa risiko sebenarnya telah lama teridentifikasi sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (force majeure) yang tidak dapat diprediksi.

Azis menjelaskan bahwa persoalan keselamatan perlintasan sebidang melibatkan berbagai regulasi dan pemangku kepentingan. Mulai dari Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Undang-Undang Perkeretaapian, hingga peran pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam pengawasan serta implementasi kebijakan keselamatan di lapangan.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem keselamatan transportasi publik. Tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dalam aspek edukasi masyarakat, pengawasan operasional, dan konsistensi penegakan aturan.

Menurut Azis, pendekatan keselamatan transportasi publik perlu dilakukan secara preventif dan berbasis risiko. Dengan demikian, kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat responsif setelah kecelakaan terjadi, tetapi juga mampu meminimalkan potensi risiko sejak awal.

Melalui pandangannya tersebut, Azis menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perlintasan sebidang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keamanan transportasi publik yang berkelanjutan di Indonesia.

Leave a Comment