Depok, 9 April 2025 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan kuliah tamu tentang Inovasi untuk Pendidikan Tinggi dan Masa Depan Universitas bersama Profesor Wolfgang Drechsler dari Tallinn University of Technology. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium EDISI 2020, Gedung M lantai 4.
Dalam kuliah tamunya, Profesor Wolfgang Drechsler memfokuskan pembahasan pada tiga isu penting peran universitas, kecerdasan buatan, dan tantangan populisme politik yang ditandai oleh fenomena Trump.
Profesor Wolfgang menegaskan bahwa meskipun dunia terus bergerak maju secara teknologi, universitas tetap harus menjalankan fungsinya sebagai ruang refleksi kritis terhadap kemajuan tersebut. Ia mencontohkan Universitas Marburg di Jerman, yang telah bertahan sejak tahun 1527, sebagai simbol keberlanjutan institusi akademik.
“Inovasi bukan sekadar mengikuti tren pasar, melainkan proses pemikiran yang mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Prof. Wolfgang.
Berikutnya, dalam pembahasan mengenai kecerdasan buatan (AI), Profesor Wolfgang menyampaikan keprihatinannya terhadap perkembangan AI yang berlangsung terlalu cepat tanpa disertai refleksi mendalam. Ia menekankan bahwa meskipun AI memiliki potensi besar, penggunaannya tetap harus berada dalam kerangka etika dan konteks sosial yang kuat.
Menutup presentasinya, Profesor Drechsler menyoroti dampak pemerintahan populis seperti era Trump dan potensi gabungannya dengan tokoh teknologi seperti Elon Musk. Ia menilai bahwa salah satu ciri utama dari pemerintahan semacam itu adalah anti-intelektualisme dan pelemahan sistem universitas.
Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan FIA UI, Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum, Prof. Dr. Milla Sepliana Setyowati, M.Ak., Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Dr. Muh Azis Muslim, serta Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Dr.phil. Reza Fathurrahman.



