Depok, 2 April 2026 — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) secara resmi melaksanakan peluncuran Komite Etik Penelitian (KEP) sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola riset yang berintegritas. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FIA UI dalam mendukung pelaksanaan penelitian yang beretika, akuntabel, dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Peluncuran Komite Etik Penelitian FIA UI dibuka secara simbolis oleh Dekan FIA UI, Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., bersama Ketua Dewan Guru Besar FIA UI, Prof. Dr. Haula Rosdiana, M.Si., yang menandai dimulainya operasional KEP di lingkungan fakultas.

Kehadiran KEP diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa, dosen, serta peneliti dalam mengakses layanan etik penelitian, mulai dari proses pengajuan hingga pendampingan dalam memenuhi standar etik.

Dalam rangkaian kegiatan, Prof. Ir. Bernardus Yuliarto Nugroho, M.S.M., Ph.D., selaku Ketua Komite Etik Penelitian FIA UI, turut memberikan pengantar mengenai urgensi keberadaan KEP dalam mendukung kualitas penelitian di lingkungan akademik. Ia menekankan bahwa aspek etik menjadi fondasi penting dalam menjaga kredibilitas dan integritas hasil riset.

Selanjutnya, Dr. Nurul Safitri, S.Sos., M.A., selaku Manager Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat FIA UI, menyampaikan pemaparan terkait mekanisme layanan, prosedur pengajuan, serta standar operasional Komite Etik Penelitian. Pemaparan ini memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta mengenai alur dan ketentuan dalam pengajuan etik penelitian di FIA UI.

Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan antusias. Para peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana mengajukan pertanyaan serta berdiskusi terkait implementasi dan teknis pengajuan etik penelitian.

Melalui peluncuran Komite Etik Penelitian ini, FIA UI berharap dapat mendorong terciptanya ekosistem penelitian yang lebih tertib, transparan, dan berintegritas, sekaligus meningkatkan kualitas serta daya saing riset di tingkat nasional maupun internasional.

Leave a Comment