Depok, 28 April 2026 — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menyelenggarakan workshop bertajuk “Navigating the World of Academic Publishing” yang menghadirkan Prof. William G.S. Yeoh dari Lee Shau Kee School of Business and Administration, Hong Kong Metropolitan University. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, diikuti oleh dosen, peneliti, serta sivitas akademika FIA UI.
Kegiatan dibuka oleh Rijal Ramdhani, S.Sos., yang memaparkan pentingnya journal management bagi dosen sebagai bagian dari pengembangan karier akademik dan peningkatan kontribusi keilmuan. Ia menekankan bahwa pengelolaan jurnal tidak hanya terbatas pada proses publikasi, tetapi juga mencakup strategi menjaga kualitas artikel, keberlanjutan jurnal, serta peningkatan visibilitas riset di tingkat global. Pengelolaan jurnal yang baik dinilai mampu memperluas jejaring akademik, meningkatkan reputasi institusi, serta membuka peluang kolaborasi penelitian.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan mengenai strategi memilih penerbit dan jurnal bereputasi. Akademisi didorong untuk mempertimbangkan kredibilitas penerbit, indeksasi jurnal, serta kesesuaian scope dengan topik penelitian. Beberapa penerbit internasional seperti IGI Global, Taylor & Francis, dan Inderscience Publishers disebut sebagai referensi. Selain itu, pemahaman terhadap skema open access menjadi penting agar publikasi dapat diakses lebih luas, serta mendorong peningkatan visibilitas dan sitasi melalui platform akademik seperti ResearchGate. Kolaborasi internasional juga ditekankan sebagai faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan dampak penelitian.
Pada sesi berikutnya, Prof. William G.S. Yeoh membahas strategi Academic Publication and Monetization, yang menempatkan karya ilmiah tidak hanya sebagai luaran akademik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Ia menjelaskan bahwa akademisi memiliki peluang untuk memperoleh pendapatan melalui publikasi buku, prosiding konferensi, maupun keterlibatan dalam forum ilmiah internasional. Selain itu, peluang juga terbuka melalui peran sebagai editor jurnal profesional maupun penerbitan buku secara mandiri melalui platform digital.
Pembahasan juga menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam riset dan publikasi akademik. Pemanfaatan AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi dalam proses penulisan dan analisis data, meskipun tetap memerlukan transparansi melalui acknowledgment dalam publikasi. Di sisi lain, penggunaan AI detection tools mulai berkembang untuk menjaga integritas akademik dari potensi konten yang dihasilkan secara otomatis.
Lebih lanjut, peserta juga diajak memahami pentingnya global academic outreach melalui pemanfaatan media sosial dalam mendiseminasikan hasil riset. Akademisi perlu menentukan target audiens dan memilih platform yang tepat sesuai karakteristik masing-masing negara. Strategi promosi publikasi dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan jumlah pembaca sekaligus menarik lebih banyak submission.
Melalui workshop ini, FIA UI menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah, sekaligus membekali sivitas akademika dengan strategi yang relevan untuk meningkatkan kontribusi dan visibilitas di tingkat global.



