Depok, 24 Juni 2026 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kajian administrasi yang responsif terhadap isu-isu global melalui penyelenggaraan Public Lecture bertajuk “Sport Management Research: Recent Developments, Trends, and Future Agenda”. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid di Auditorium EDISI 2020 FIA UI.

Public Lecture ini menghadirkan Dr. Bryan Weisheng Chiu, Associate Professor dan Head of Department of Management and Strategy, Hong Kong Metropolitan University, serta Dr. Lilik Sudarwati A., S.Psi., M.H., Kepala Bidang Sport Science dan Penerapan IPTEK Olahraga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Diskusi dipandu oleh Dr. (Cand.) Maaike Ira Puspita, S.Hum., M.Si., Vice President ASEAN Football Federation.

Dalam paparannya, Dr. Bryan Weisheng Chiu menjelaskan bahwa manajemen olahraga telah berkembang menjadi disiplin ilmu yang mandiri dan lintas sektor, tidak lagi terbatas pada pengelolaan kompetisi olahraga semata. Menurutnya, riset manajemen olahraga saat ini berfokus pada berbagai isu strategis, mulai dari perilaku konsumen olahraga, tata kelola organisasi, pemasaran, teknologi olahraga, hingga keberlanjutan (sustainability) dan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility).

Ia menekankan pentingnya hubungan timbal balik antara dunia akademik dan praktik industri olahraga. “Penelitian harus mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan, sementara tantangan yang dihadapi industri perlu menjadi inspirasi bagi lahirnya riset-riset baru,” ujarnya. Dr. Bryan juga mengidentifikasi transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), keberlanjutan, kesehatan masyarakat, serta diplomasi olahraga sebagai agenda riset yang akan semakin dominan dalam satu dekade mendatang.

Sementara itu, Dr. Lilik Sudarwati menyoroti besarnya potensi industri olahraga Indonesia melalui perspektif inovasi sosial dan keberlanjutan. Menurutnya, olahraga saat ini bukan sekadar aktivitas kompetitif, tetapi telah berkembang menjadi industri bernilai ekonomi tinggi yang juga memiliki dampak sosial dan lingkungan yang signifikan.

Ia menjelaskan bahwa negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, China, dan Australia telah berhasil mengembangkan ekosistem industri olahraga melalui pendekatan yang berbeda, mulai dari kolaborasi pasar dan organisasi masyarakat sipil, regulasi pemerintah, hingga pembangunan berbasis komunitas. Indonesia dapat mempelajari praktik-praktik tersebut dengan tetap menyesuaikannya pada konteks nasional.

“Indonesia memiliki modal yang sangat besar, baik dari sisi jumlah penduduk, antusiasme masyarakat terhadap olahraga, maupun dukungan regulasi melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Desain Besar Olahraga Nasional. Tantangan berikutnya adalah membangun ekosistem industri olahraga yang lebih terintegrasi, berbasis data, serta menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Lilik juga mengangkat studi kasus Forest Green Rovers, klub sepak bola Inggris yang dikenal sebagai klub paling ramah lingkungan di dunia. Transformasi klub tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar biaya tambahan, melainkan strategi bisnis yang mampu meningkatkan reputasi, menarik sponsor, sekaligus menciptakan dampak sosial yang lebih luas.

Diskusi turut menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan industri olahraga nasional. Melalui riset berbasis bukti (evidence-based research), pengembangan sumber daya manusia, hingga kolaborasi dengan pemerintah, organisasi olahraga, dan sektor swasta, perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat tata kelola industri olahraga Indonesia.

Melalui penyelenggaraan public lecture ini, FIA UI berharap dapat memperluas kolaborasi internasional sekaligus mendorong lahirnya riset-riset yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan publik dan industri olahraga di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara akademisi, praktisi, pemerintah, dan mahasiswa dalam merumuskan masa depan manajemen olahraga yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.