Depok, 24 April 2026 — Departemen Ilmu Administrasi Fiskal, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Kebijakan PPN PMSE dan Perbandingannya dengan Negara Lain” di Auditorium EDISI 2020, Gedung M, Kampus FIA UI Depok.
Kegiatan ini menghadirkan Badai Yuda Pratama, S.Sos., alumni Ilmu Administrasi Fiskal FIA UI sekaligus Mahasiswa Berprestasi Utama FISIP UI Tahun 2016, sebagai pembicara utama.
Kuliah umum ini membahas perkembangan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPN PMSE) di Indonesia serta perbandingannya dengan praktik pemajakan digital di berbagai negara. Topik ini dinilai semakin relevan seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan meningkatnya transaksi lintas batas berbasis layanan elektronik.
Dalam paparannya, Badai Yuda Pratama menjelaskan bahwa pengaturan PPN atas layanan digital menjadi instrumen penting dalam menjaga keadilan perpajakan antara pelaku usaha konvensional dan penyedia layanan digital global. Selain itu, kebijakan tersebut juga berperan dalam memperluas basis penerimaan negara di tengah transformasi ekonomi digital.
Pembahasan turut menyoroti berbagai pendekatan internasional dalam mengenakan PPN atas layanan elektronik, termasuk mekanisme penunjukan pemungut pajak, ambang batas registrasi, penentuan lokasi konsumen, serta tanggung jawab platform digital dalam pemungutan dan penyetoran pajak. Melalui studi komparatif tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai tantangan dan peluang pengembangan kebijakan pajak digital di Indonesia.
Kegiatan dipandu oleh Wisamodro Jati, S.Sos., M.Int.Tax., M.H., dosen FIA UI, selaku moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan seputar implementasi PPN PMSE, perkembangan regulasi global, hingga prospek perpajakan di era ekonomi digital.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, FIA UI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang adaptif terhadap isu-isu kontemporer, khususnya di bidang administrasi fiskal dan kebijakan perpajakan. Kehadiran alumni sebagai pembicara juga menjadi bentuk sinergi berkelanjutan antara kampus dan lulusan dalam memperkuat ekosistem akademik serta pengembangan kapasitas mahasiswa.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai dinamika perpajakan internasional sekaligus mendorong lahirnya gagasan inovatif bagi penguatan sistem perpajakan Indonesia di masa mendatang.



