Depok, 10 Maret 2026 — Doktor Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Nanang Haryono, mengungkapkan bahwa keberhasilan pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Surabaya tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kolaborasi yang konsisten antara berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta, BUMN, akademisi, organisasi masyarakat, serta masyarakat dalam satu sistem tata kelola yang saling mendukung.

Hal tersebut disampaikan Nanang Haryono dalam sidang promosi doktoral melalui disertasi berjudul “Proses Collaborative Governance dalam Pelaksanaan Urban Green Space Secara Konsisten di Kota Surabaya, Jawa Timur.” Penelitian ini menyoroti bagaimana pendekatan collaborative governance mampu mendorong keberhasilan pengelolaan lingkungan perkotaan di tengah tantangan urbanisasi dan perubahan iklim.

“Keberhasilan pengelolaan ruang terbuka hijau tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi pada kemampuan membangun kolaborasi dan kepercayaan antar aktor yang terlibat,” jelasnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga tahun 2024, luas ruang terbuka hijau di Surabaya mencapai sekitar 7.363,51 hektare atau 22,01 persen dari total luas wilayah kota, melampaui ketentuan minimal dalam regulasi nasional. Capaian ini menunjukkan pentingnya peran kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan collaborative governance dalam pengelolaan RTH dipengaruhi oleh sinergi kondisi awal yang mendukung, desain kelembagaan yang inklusif, serta kepemimpinan fasilitatif yang mampu menjaga konsistensi kolaborasi lintas sektor dan lintas periode kepemimpinan.

Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian collaborative governance dalam administrasi publik, sekaligus menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pengelolaan ruang terbuka hijau yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, tim penguji sidang promosi doktor terdiri dari Ketua Prof. Dr. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., dengan Promotor Prof. Dr. Amy Yayuk Sri Rahayu, M.Si., serta Ko-Promotor Dr. Pantius Drahen Soeling, M.Si. Adapun anggota tim penguji yaitu Prof. Dr. Djoehermansyah Johan, Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk, M.Si., Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum, M.Si., Dr. Roy Valiant Salomo, M.Soc.Sc., dan Dr. Son Diamar, M.Sc.

Leave a Comment