Depok, 22 Desember 2025 — Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) bersama Pemerintah Kota Depok memperkuat upaya pencegahan stunting sejak usia remaja melalui peluncuran program STAR (Stunting Warrior). Program ini merupakan inovasi kolaboratif yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, dengan dukungan akademik dari FIA UI.
Peluncuran STAR dilatarbelakangi oleh masih rendahnya cakupan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri yang baru mencapai 31,3 persen. Kondisi ini meningkatkan risiko anemia pada remaja yang berpotensi berlanjut menjadi stunting pada generasi berikutnya. Stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menghambat kualitas sumber daya manusia di tengah momentum Bonus Demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok menegaskan bahwa program STAR dirancang sebagai gerakan berkelanjutan yang menempatkan remaja sebagai aktor utama perubahan.
“Program STAR merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Depok dalam menurunkan prevalensi anemia remaja dan stunting secara sistematis. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif remaja sebagai duta perubahan yang mampu menularkan pengaruh positif di lingkungannya,” ujarnya.
Dukungan dari FIA UI juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si. menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi merupakan bagian dari peran strategis universitas bagi masyarakat.
“Universitas Indonesia tidak hanya hadir sebagai pusat keilmuan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan. Melalui keterlibatan dalam program Duta GenRe dan STAR, FIA UI mendorong tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat, dengan remaja sebagai subjek utama pembangunan. Ini merupakan implementasi nyata ilmu administrasi untuk kesejahteraan bangsa,” jelasnya.
Melalui STAR, para remaja didorong menjadi Stunting Warriors, yaitu agen perubahan yang berani, peduli, dan berpengetahuan, dengan aksi nyata mulai dari membiasakan konsumsi TTD secara rutin, melakukan edukasi sebaya, hingga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Program ini juga membuka ruang partisipasi bagi organisasi remaja, seperti OSIS dan GenRe, untuk bergabung dalam Brigade STAR dan memperkuat gerakan pencegahan stunting di lingkungan sekolah maupun komunitas.
FIA UI bersama Pemerintah Kota Depok meyakini bahwa investasi terbesar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dimulai dari remaja yang sehat, sadar, dan berdaya. Setiap Duta GenRe dan Stunting Warrior yang terlibat menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai stunting dan membangun generasi unggul masa depan.
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, program STAR diharapkan menjadi praktik baik pencegahan stunting berbasis partisipasi remaja yang dapat direplikasi di daerah lain.



