Bekasi, 23 Oktober 2025 – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin) menginisiasi kerja sama kajian kelembagaan dalam rangka implementasi perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani sebelumnya. Inisiatif ini ditandai dengan partisipasi aktif tim akademisi FIA UI dalam kegiatan Pembahasan Penyusunan Rancangan Grand Strategi Badan Karantina Indonesia 2025–2045 yang diselenggarakan di Kantor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (PPSDMKHIT).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hanitiyo, dan dihadiri oleh tim penyusun dari Barantin serta para ahli dari FIA UI yang terdiri atas Prof. Dr. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., Prof. Dr. Teguh Kurniawan, M.Sc., Dr. Muh Azis Muslim, M.Si., Dr. Krisna Puji Rahmayanti, M.P.A., Dr. Umanto, M.Si., dan sejumlah tim kajian FIA UI.
Grand Strategi Barantin 2025–2045 ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Badan Karantina Indonesia sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang berperan strategis dalam menjaga keamanan hayati nasional, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dokumen strategis ini akan menjadi pedoman utama dalam transformasi kelembagaan Barantin, mencakup aspek organisasi, tata laksana, serta penguatan tata kelola yang efektif dan adaptif terhadap dinamika global.
Kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi nota kesepahaman antara FIA UI dan Badan Karantina Indonesia yang menekankan pentingnya kolaborasi riset, pengembangan kelembagaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang administrasi publik dan tata kelola pemerintahan.
Dengan tersusunnya Grand Strategi Barantin 2025–2045, diharapkan Barantin dapat memainkan peran yang besar sebagai pelindung perbatasan (border protection), alat ekonomi (economic tool) dalam fasilitasi perdagangan, serta pelindung komunitas (community protection) bagi masyarakat Indonesia.



